Kamis, 24 September 2015

kenaikan BBM

BAB II
PEMBAHASAN

2.1     ALASAN KENAIKAN BBM

a.   Sebagai Salah Satu Alat Untuk Menyelamatkan Rakyat Kecil.

Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) bertekad segera menaikkan harga BBM bersubsidi setelah dilantik. Jokowi mengatakan, harga BBM harus naik untuk menyelamatkan rakyat kecil.
"Data yang saya terima 71 persen BBM subsidi itu dinikmati oleh mobil," ujar dia, Kamis (4/9). Karenanya, Jokowi mengaku senang ketika ada petani yang memintanya menaikkan harga BBM.
Dia menilai, subsidi memang harus dialihkan pada sektor produktif. Sektor yang berhubungan langsung dengan masyarakat bawah, seperti sektor pertanian.
Apalagi, kata Jokowi, sebagian besar petani di Indonesia masih jauh dari sejahtera. Dalam Munas tersebut, Jokowi mendapat laporan ada petani yang hanya berpenghasilan Rp 450 ribu per bulan.
Seperti diketahui, Jokowi berjanji akan menaikkan harga BBM bersubsidi setelah dilantik. Subsidi tersebut akan dialihkan untuk memberi tambahan modal pada pelaku usaha mikro di desa-desa, untuk subsidi benih, pupuk dan pestisida bagi petani, serta untuk subsidi solar dan pembelian mesin kapal bagi nelayan. [1]

Rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak ditolak sejumlah elemen masyarakat, termasuk di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Meski demikian, Presiden Joko Widodo menganggap itu menjadi satu risiko yang harus dihadapinya.
Hal itu tidak menyurutkan langkah Jokowi untuk tetap menaikkan harga BBM. Bahkan Jokowi mengaku tidak takut dibenci ataupun tidak terkenal gara-gara menaikkan harga BBM. "Saya jadi presiden bukan untuk dikenal, tapi untuk bekerja demi kepentingan masyarakat," ujar Jokowi di sela kunjungannya ke Kendari, Kamis malam, 6 November 2014.
Pada Kamis siang, sejumlah elemen mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sipil di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, berunjuk rasa menolak kedatangan Presiden Joko Widodo, Kamis, 6 November 2014. Mereka menentang rencana pemerintah menaikkan harga BBM.
Jokowi mengungkapkan, selama lima tahun terakhir, pembangunan infrastruktur dan kesehatan sangat minim akibat uang negara lebih banyak dipakai untuk subsidi BBM. Karena itu, menaikkan harga BBM dan mengurangi dana subsidi akan lebih bermanfaat karena dana yang ada bisa dialihkan untuk kepentingan pembangunan lainnya yang memiliki nilai manfaat yang lebih tinggi bagi masyarakat.
Jokowi bersama sejumlah menteri dari Kabinet Kerja berkunjung ke Kendari pada Kamis sore. Kunjungan Jokowi hanya sekitar tiga jam. Jokowi meninjau pelabuhan perikanan Samudra yang ada di Kelurahan Talia serta membuka Musyawarah Nasional Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama). [2]


b.   Sebagai Penehuan Janji Politik.

Pendekatan baru lima tahun ke depan telah jelas disampaikan dalam pidato usai pembacaan sumpah Presiden 2014-2019.
Pertama, pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla akan mewujudkan kemandirian ekonomi. Kedua, dalam membangun ekonomi, Presiden Jokowi-Wapres JK menjanjikan bukan sekadar menciptakan stabilitas makroekonomi dan ikhlim usaha yang sehat, tetapi menggunakan pendekatan hands-on dalam menggerakkan sektor riil dengan mengikutsertakan seluruh pelaku bisnis.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE), Hendri Saparini mengatakan muncul sejumlah pertanyaan bagaimana pemerintah Jokowi-JK mewujudkan janji politik tersebut seiring dengan rencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
“Setiap kali terjadi perubahan kebijakan terutama untuk administered prices, yang pasti itu adalah pilihan politik. Jadi tidak hanya pertimbangan ekonomi tapi juga politik, seperti kenaikan harga BBM,” kata Hendri ditemui usai mengisi seminar 'Economic Outlook: Indonesia 2015 and Beyond: Reinventing Economic Priorities', Jakarta, Kamis (6/11/2014).
Hendri memastikan kenaikan harga BBM bersubsidi memberikan dampak amat besar terhadap perekonomian. Kenaikan harga BBM bersubsidi tidak semata-mata dilakukan dengan pertimbangan waktu, yakni dilakukan pada inflasi rendah. Pasalnya, pada dasarnya secara kumulatif dampak dari kenaikan harga BBM kan akan dirasakan oleh seluruh masyarakat.
Hendri menyampaikan, Jokowi-JK berkali-kali mengatakan akan menggunakan pendekatan ekonomi yang berbeda, yakni kemandirian ekonomi, di mana melibatkan seluruh pelaku bisnis, termasuk pelaku bisnis mikro. Padahal, lanjut dia, pelaku bisnis mikro tersebut pasti akan terkena dampak kenaikan harga BBM bersubsidi.
“Pertanyaannya, desain kebijakan kompensasi seperti apa untuk mengeliminir dampak negatifnya tadi?,” imbuh dia.
Lebih lanjut Hendri menuturkan, kalau pemerintah Jokowi-JK nyatanya tidak memiliki desain tersebut, maka pilihan politik menaikkan harga BBM bersubsidi akan memberikan dampak negatif, sama dengan pilihan politik pemerintahan sebelumnya.
“BBM dinaikkan tetapi akan meningkatkan jumlah kemiskinan dan pengangguran. Ini akan menjadi ongkos yang mahal lagi bagi APBN. Jadi, makanya bagi saya ini harus ada perhitungan yang betul-betul, apa desain kebijakan yang akan dilakukan,” tukas Hendri. [3]


c.    Permintaan dari Partai Pendukung.
Anggota DPR dari fraksi PDI perjuangan, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanudin meminta agar polemic wacana kenaikan harga BBM yang dilakukan  oleh para rekan separtainya baru-baru ini diakhiri. Fraksi PDI Perjuangan harus mengeluarkan pernyataan resmi mendukung rencana pemerintah menaikkan harga BBM.
“fraksi PDI Perjuangan harus segera mengambil alih polemic ini agar tidak menjadi bola liar yang akan merugikan partai dan pemerintaha Jokowi-JK,” ucam TB Hasan kepada wartawan di Jakarta kemarin.
TB hasan menanggapi sejumlah rekan separtainya yang ramai di media belakangan ini, secara tegas menolak menaikkan harga BBM.
“tidak elok bila sejumlah anggota PDI Perjuangan bersebrangan dengan pemerintah. Kerena fatsun politiknya saat ini, PDI Perjuangan sebagi partai pendukung pemerintah. Semua kader harus mendukung apapun yang menjadi kebijakan pemerintah,” katnya lagi.
Menurutnya, sikap penolakan itu jangan menjadi dalil untuk menjadi oposisi lagi, kerena saat ini, garis komando partai adalah mendukung pemerintah. Sikap itu justru kurang strategis, karena presiden Joko Widodo adalah presiden yang di usung oleh PDI Perjuangan. Maka presiden Jokowi adalah kepanjangan tangan dari prinsip-prinsip ideologi partai.
“menurut kita, di era demokrasi ini, setiap orang bias berpendapat beda. Tetapi setiap kader seharusnya taat azas atau mengikuti kebijakan partai,” demikian TB Hasanudin.
TB Hasanudin yakin, pemerintah akan mempertimbangkan secara matang rencana kenikan BBM itu untuk penimgkatan kesejahteraan rakyat.
“semua pasti telah di hitung secara ketat rencana kenaikan dan dampaknya oleh pemerintah baik jangka pendek maupun panjang. Semua tentu untuk kepentingan masyarakat.” Tegasnaya.[4]


2.2     DAMPAK KENAIKAN HARGA BBM. [5]

a.   Sektor Ekonomi
Ketika kebijakan sudah diambil, maka akan mempengarui beberapa aspek di dalamnya, meskipun hanya sedikit. Akan tetapi perekonomian rakyat Indonesia yang tergolong di dominasi menengah kebawah, akan merasakan pengaruh yang sangat tinngi. Dimana BBM merupakan salah satu banah utama untuk mata pencaharian mereka, jika BBM naik maka sejumlah barang- barang kebutuhan pokok pun juga akan meningkat.
Dari sektor ekonomi masyarakat, akan berdampak pada menurunya daya beli masyarakat karena kenaikan harga BBM maka akan dibarengi dengan kenaikan tarif listrik, transportasi dan berbagai jenis produk. Golongan masyarakat yang paling terkena dampaknya adalah masyarakat miskin. Kebijakan pemerintah dalam memberikan bantuan langsung tunai sangat bermanfaat bagi golongan ini. Setidaknya dalam  jangka pendek ekonomi mereka dapat terbantu. Selanjutnya anggaran tersebut harus mampu dipergunakan dalam meningkatkan ekonomi mikro. Kegiatan perdagangan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri perlu ditingkatkan dan dipenuhi sehingga mengurangi impor, kemudian jika bisa produk kita di ekspor ke negara lain. Janganlah kita menjadi ketergantungan dengan barang impor terus.

b.   Sektor Sosial
Kemudian terkait dengan dampak sosial adalah adanya anggapan bahwa Pemerintah hanya mementingkan kepentingan kelompok asing dan golongan kaya yang hanya mencari keuntungan bahkan aspek sosial yang selama ini terabaikan seperti fasilitas jalan raya yang banyak berlubang, bangunan sekolah banyak yang rusak, belum lagi persoalan sampah yang menumpuk tidak dikelola mengancam kesehatan. Lambannya peran Pemerintah mengatasi aspek sosial ini akan menyulitkan pengambilan keputusan terkait kebijakan yang akan dibuat sehingga nantinya akan menjadi tidak optimal secara keseluruhannya. Ditinjau secara menyeluruh bahwa kehidupan masyarakat di kota dan daerah berbeda sehingga peran Pemerintah Pusat dan Daerah diharapkan dapat bersinergi dengan kondisi sosial yang nampak saat ini.

c.    Sektor Politik
Dalam kehidupan politik yang sedang berkembang di masyarakat saat ini dilihat sebagai proses berjalannya demokrasi yang pluralis dengan beragamnya budaya dan suku telah membuat proses demokrasi di Indonesia dinilai sebagai suatu keberhasilan, namun masih terkendala dengan akses informasi yang memadai dan transparansi kinerja Pemerintah Pusat dan Daerah masih kurang memuaskan karena begitu banyaknya pejabat di Pemerintahan yang terjerat perkara hukum seperti korupsi, suap, dan kasus pidana lainnya. Pendapat publik terhadap kebijakan Pemerintah di DPR juga masih kurang memuaskan dengan masih banyaknya skandal anggota dewan yang terkait dengan korupsi, suap, bahkan opini publik banyak juga yang memberikan anggapan bahwa lembaga ini seolah tidak mewakili kepentingan rakyat tetapi telah menjadi mesin politik partai untuk meraih simpati rakyat guna pemilu selanjutnya namun tidak sedikit pula anggapan yang menilai bahwa anggota DPR adalah orang-orang yang cerdas, berintegritas dan akuntabel yang akan menjadi ‘pioneer’ untuk melakukan perubahan yang lebih baik bagi bangsa dan Negara Indonesia.

d.   Sektor Pendidikan
Biaya pendidikan terutama pendidikan menengah atas dan pendidikan tinggi akan semakin meningkat. Jangkauan masyarakat ekonomi rendah akan sulit untuk melanjutkan pendidikan karena terbatasnya pendapatan dan harga yang semakin tidak terjangkau. Fasilitas sekolah yang terbatas dan bangunan yang rusak juga masih banyak. Belum lagi di beberapa daerah jumlah sekolah tidak sebanding dengan jumlah penduduknya. Kebijakan pemerintah dengan memberikan dana BOS adalah sudah tepat. Subsidi BBM dapat juga perlu diprioritaskan pada pembangunan sekolah, fasilitas sekolah dan beasiswa pendidikan tinggi bagi anak yang berprestasi. SDM berpendidikan adalah investasi bangsa Indonesia kedepannya.
Pemerintah semestinya menyiapkan perencanaan jangka panjang dalam menyiapkan sumber daya manusia sehingga bisa di latih mencapai tujuan tertentu. Seperti contohnya kalau ingin membuat mobil maka kirimlah orang dalam jumlah tertentu untuk belajar ke Negara maju. Selanjutnya setelah selesai pendidikan mereka diberikan fasilitas untuk mengembangkan kemampuanya hingga mampu membuat pabrik sendiri. Dengan demikian maka tidak akan rugi mengirim orang belajar. Kenyataanya dari tahun 1970, program beasiswa seperti ini tidak jelas alurnya sehingga tenaga ahli yang sudah datang tidak diberdayakan dengan baik.

e.    Seaktor Kesehatan
Sektor kesehatan akan terkena dampaknya dimana biaya kesehatan yang meningkat menyebabkan jangkauan layanan kesehatan menjadi sulit. Ekonomi masyarakat yang rendah biasanya berhubungan dengan kondisi sanitasi lingkungan yang tidak sehat. Meningkatnya kejadian gizi kurang dan gizi buruk akibat terbatasnya pendapatan. Hal ini perlu menjadi perhatian pemerintah selain hanya memberikan jaminan kesehatan masyarakat juga memberikan pembinaan kesehatan pada masyarakat. Peranan puskesmas sebagai ujung tombak kesehatan masyarakat harus dikembalikan peranan utamanya dala upaya pencegahan penyakit. Merevitalisasi program posyandu dalam membina kesehatan masyarakat dan mendeteksi secara dini tumbuh kembang anak.

f.        Kenaikan Harga Sembako. [6]
Harga bahan pokok di pasar tradisional naik, kenaikan berfareasi mulai dari Rp. 1.000 sampai Rp. 5.000  per komuditas. Masyarakat terpaksa mengurangi jumlah pembelian mereka agar  mencukupi.
Masyarakat di pasar tradisional gunung kidul Yokyakarta sudah merasakan dampak dari rencana kenaikan BBM, mereka mendapati harga sayuran naik hingga Rp. 2.000 per Kg, dan harga eceran daging naik Rp. 5.000.
Pera pedagang mengeluh omset mereka sudah mulai menurun sejak rencana kenaikan harga BBM, karena banyak pembeli yang hanya membeli sedikit persediaan sembako mereka.
Berikut hasil wawan cara dari seorang pedagang sembako bernama Astuti. “herga sembako naik sekitar 3-4 hari yang lalu”.
“dampaknya omset penjualan sembako sngat menurun drastis”. Tambahnya.

2.3     KEBIJAKAN JELANG KENAIKAN HARGA BBM

a.   Bantuan Non-Tunai. [7]
Direktur Eksekutif Center of Reforms on Economics (CORE) Hendri Saparini mengatakan, bantuan tunai tidak cukup menjadi kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Apalagi, melihat janji politik pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang ingin menggukana pendekatan berbeda dalam pembangunan ekonomi, yakni kemandirian. “Kalau yang sekarang ini kita dengar adalah menyiapkan Rp 5 triliun untuk 15,5 juta keluarga. Pertanyaannya, impact itu tidak cukup hanya dengan memberikan BLT atau apapun namanya. Ke depan itu harus dilanjutkan lagi,” ucap Hendri, Kamis (6/11/2014).
Kendati begitu, Hendri menuturkan untuk melanjutkan kompensasi tersebut, maka pemerintah harus memperoleh persetujuan dengan DPR lagi. Hendri berharap kompensasi tersebut sudah dimasukkan ke dalam draft RAPBN Perubahan 2015, dan bisa disetujui oleh parlemen.
“Nah memang bagi Indonesia ini tidak semudah negara lain menaikkan harga BBM. Apalagi kita memiliki sistem politik di mana peran dari DPR itu sangat besar di dalam menentukan anggaran maupun Undang-undang,” lanjut Hendri.
Hendri mengatakan, memang kesalahan alokasi anggaran negara yang cukup lama ini memang tidak bisa diselesaikan dalam waktu semalam. Dia juga bilang, harus ada kesabaran serta kesungguhan dari pemerintahan Jokowi-JK untuk mendesain kebijakan.
“Dan jangan sampai kemudian nanti kenaikan harga BBM akhirnya akan menjadi beban bagi APBN,” pungkas Hendri.


b.   Operasi Pasar.  [8]
Pemerintah siap mengantisipasi kenaikan harga beras yang bisa terimbas dari rencana penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Stok Badan Urusan Logistik (Bulog) diklaim cukup hingga 8 bulan ke depan. Begitupun pasokan beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) masih dalam kondisi normal.
"Kan sekarang ada kecenderungan harga beras naik karena ada spekulasi yang bermain. Makanya kami datang untuk melihat dan langkah apa yang harus dilakukan khususnya bulan 11 dan bulan 12," ujar Menteri Perdagangan Rachmat Gobel disela-sela kegiatan peninjauan di PIBC, Jakarta, Kamis (6/11/2014).
Rachmat mengakui, spekulan senantiasa muncul untuk mengeruk keuntungan dari situasi yang berkembang namun pemerintah sudah melakukan upaya untuk meredamnya. Saat ini, Bulog sudah melakukan operasi pasar dengan penyaluran sebanyak 20 ton beras per hari.
Adapun stok Bulog yang terdata hingga saat ini sebanyak 1,6 juta ton dan diklaim mencukupi untuk 6-8 bulan ke depan. Stok tersebut bisa digunakan untuk operasi pasar, penyaluran raskin, maupun sebagai cadangan untuk menghadapi bencana alam. Sekedar informasi, Bulog sendiri pada tahun ini mendapat alokasi impor beras sekitar 500 ribu ton sebagai instrumen stabiliasi harga.
"Terus akan kita lihat, akan dilakukan terus (operasi pasar) supaya kenaikan tidak berlebihan. Operasi pasar ini dilakukan di seluruh Indonesia," tuturnya.
Pada kesempatan yang sama Senior Manajer Perdagangan PIBC Suminta mengatakan, stok beras di PIBC sejumlah 30 ribu ton dan mencukupi untuk 10 hari kedepan. Pasokan harian juga masih berlangsung normal berkisar 2.500-3.000 ton. Alhasil, harga yang terbentuk di PIBC sebagai barometer harga di seluruh Indonesia masih stabil.
"Sampai saat ini belum ada kenaikan signifikan, masih di bawah 0,5%," ujarnya.
Suminta mengatakan, stok yang ada di PIBC maupun milik Bulog masih terjaga. Begitupun pasokan dari petani-petani dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat masih terjaga sebab masih ada stok dalam bentuk gabah. Kondisi ini dinilai ideal untuk meredam gejolak harga.
"Untuk antisipasi kenaikan harga BBM kita juga ada cukup stok yang banyak sehingga masyarakat tidak perlu khawatir karena apabila akan terjadi gejolak harga pun, pemerintah dalam arti Bulog sudah bersiap melakukan operasi pasar," tukasnya.
Semenatara itu menurut pedagang beras di PIBC, Ayong, saat ini harga beras medium di kisaran Rp8.300 per kilogram. Jika BBM jadi dinaikkan, kenaikan harga ditaksir hanya sekitar Rp50 per kilogram. Namun, apabila ditambah pasokan yang mulai seret karena memasuki masa panceklik, kenaikan harga berkisar Rp200-Rp300 per kilogram.
Adapun berdasarkan catatan Kementerian Perdagangan, harga rerata nasional beras medium per 4 November 2014 di kisaran Rp8.981 per kilogram.
Lebih lanjut, Ayong mengungkapkan, pasokan di tokonya masih relatif normal sebanyak 20-30 ton per hari. Stok yang ia miliki saat ini juga mencukupi untuk kebutuhan selama seminggu. Pun, Ayong sudah mulai membeli beras yang diimpor Bulog dari Vietnam.


c.    Pemantauan Langsung ke SPBU. [9]
Menjelang rencana pemberlakuan kenaikan harga bahan bakar minyak, polisi mengintensifkan pemantauan terhadap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
"Kita sudah melakukan upaya pemetaan terhadap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang rawan bedasarkan data yang kita himpun di tahun sebelumnya," ujar Kapolresta Bekasi Kota Kombes Priyo Widiyanto di Bekasi, Sabtu (1/11/14).
Menurut Kapolresta Bekasi, menjelang kenaikan harga BBM yang direncanakan mulai akhir tahun ini,  berpotensi menimbulkan kerawanan seperti penimbunan, rentan antrean, perselisihan antar pembeli, hingga kemacetan lalu lintas.
Guna mengantisipasi hal itu, kata dia, pihaknya akan menempatkan sejumlah anggota di masing-masing SPBU yang rawan untuk meningkatkan pengamanan. "Mereka akan kita sebar di tiap SPBU untuk memantau segala indikasi konflik. Misalnya, pembelian dalam skala besar yang memang sudah dilarang oleh pemerintah," katanya.
Menurut Priyo, hingga saat ini belum ditemukan adanya kasus terkait penyalahgunaan BBM di wilayah hukum setempat. "Namun, kita tetap melakukan patroli 24 jam secara rutin setiap hari untuk memantau situasi di lapangan," katanya.
Priyo menambahkan, hingga kini pihaknya masih melakukan pembahasan seputar strategi pengamanan selama menunggu harga BBM naik di pasaran. "Saya menargetkan minimal pada H-7 seluruh personel pengamanan siap 100 persen untuk bekerja di lapangan," demikian Priyo.



2.4     KOMENTAR POLITIKUS TENTANG KENAIKAN HARGA BBM.

a.   Sofyan Djalil.[10]
Pemerintah memastikan kesiapan rencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sudah sangat bagus. Pasalnya penyesuaian harga bakal direalisasikan pada bulan ini.
"Persiapannya (kenaikan harga BBM subsidi) cukup bagus. Itu kan sudah ada hitungannya," ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Sofyan Djalil di Hotel Four Season, Jakarta, Jumat (7/11/2014).
Pemerintah sebelumnya sudah meluncurkan Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Keluarga Sejahtera sebagai kompensasi kenaikan harga BBM subsidi.
Saat ditanya kepastian penyesuaian harga apakah akan dilakukan pada 22 November, Sofyan bungkam. Dia hanya menegaskan bahwa harga BBM naik pada bulan ini. "Tunggu saja akan dilakukan bulan ini. Tunggu waktunya saja. Saya nggak mau konfirmasi tanggalnya," ucap dia.
Sementara Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro ikut pelit menanggapi rencana kenaikan harga BBM ini, termasuk besaran penyesuaiannya. "Nanti akan ada pengumumannya. Memang maunya kamu berapa? Kamu saja yang umumkan," katanya ngeles.
Sebelumnya Presiden Joko Widodo mencatat dalam kurun waktu lima tahun ke belakang, anggaran subsidi BBM Indonesia sebesar Rp 714 triliun. Sedangkan untuk anggaran kesehatan hanya Rp 220 triliun, sementara infrastruktur sebesar Rp 574 triliun.
"Boros nggak kita? Itu setiap hari dibakar, dan kita tidak sadar. Kita tuh boros. Keborosan ini harus diberhentikan dari yang konsumtif ke produktif," imbuhnya.

b.   Fahri Hamzah. [11]
DPR meminta pemerintah tidak gegabah menaikan harga BBM bersubsidi. Sebab bisa berdampak terhadap kehidupan masyarakat.
"Kita bilang enak naikin BBM tapi kantong di rakyat kan enggak," kata Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jum'at (7/11).
Harus ada perencanaan yang jelas dan matang soal antisipasi dampak kenaikan BBM. Pemerintah perlu meminta nasihat PDIP sebagai partai yang sebelumnya paling gigih menolak kenaikan BBM bersubsidi. "Nasihatnya harus dari PDIP," ujar Fahri.
Sekretaris Jendral DPP Demokrat menilai saat ini bukan momentum tepat menaikan harga BBM bersubsidi. Pasalnya pascapemilu gerak perekonomian cenderung melambat.



c.    Rahmat Gobel
“pasokan beras di pasar induk aman untuk 13 hari kedepan. Sementara untuk stok harianya pun masih normal, lebih kurang 2500-3500 ton. Kenepa saya ngecek ke pasar induk ini ? karena parini barometer harga beras,” kata pemilik Panaconic grup.
“Stok blok 1,6 juta ton. Ketahanan stoknya 6-8 bulan. Termasuk raskin(beras miskin), umtuk operasi pasar  dan bencana alam,” paparnya.
“Isu makin kencang harga pangan akan naik. Sekarang saja sudah ada kecendrungan harga beras akan naik, ini karena spekuklasi yang bermain,” ujarnya.
“setiaap ada kesempatan (harga) naik, dia akan naikkan. di saat itulah kita masuk untuk untuk mencegah agar kenikan tida berlebihan,” ujarnya.
“Sejauh ini harga beras masih aman. Kenaikan harga beras dibawah 0,5 persen. Sampai saat ini belum ada kenikan yang siknifikan,” jelasnya.
“jika terjadi gejolah hargapun, pemerintah melalui Perum Bulog telah siap untuk melakukan operasi pasar,” tambahnya.
“Dari kebutuhan itu kurang lebihnya 60 persen di suplai dari Cipiang. Sisanya ada beras dari daerah yang langsung ke pasar trdisional,” imbuhnya.[12]

2.5 KAITAN MASALAH  INI  DENGAN MATERI CIVIC EDUCATION
Masalah kebijakan kenaikan harga BBM dapat dikaitkan dengan meteri Civic Educatioan tentang Masyarakat Madani. Masyarakat madani merupakan sistem sosial yang subur berdasarkan prinsip moral yang menjamin kebebasan individu dengan dengan kestabilan masyarakat. [13]
Masyarakat medani mempunyai ciri-ciri yang khas yaitu : kemajemukan budaya (multicultural), hubungan timbal balik (reprocity), dan sikap saling memahami dan menghargai. [14]
Kebijakan yang di ambil oleh Presiden Jokowi untuk menikkan harga BBM merupakan suatu sistem sosial yang dapat meningkatkan taraf hidup rakyat Indonesia. Akan tetapi kebijakan ini hanya dinilai sebagai pemberatan bagi kalangan yang tidak memehami dan menghargai kebibijakan presiden Jokowi ini.
Padahal subsidi yang diberikan selama ini pada BBM hanya memperkaya kalangan yang atas saja, yang juga memanfaatkan BBM bersubsidi itu, padahal ia tidak pantas menggunakan BBM bersubsidi itu. Dengan mengurangi subsidi itu dapat meningkatkan pendaapatan BUMN, dan dapat di salurkan kepada kalangan yang lebih pantas menerimanya.














LAMPIRAN
























BAB III
PENUTUP

3.1     KESIMPULAN
Pada dasarnya peresiden Jokowi sangat memperhatikan kemakmuran rakyatnya, terutama rakyat miskin.subsidi yang diberikan kepada BBM sebenarnya sangat membantu masyarakat kallangan bawah. Akan tetapi masyarakat kalangan atas juga menikmati BBM bersubsidi tersebut. Untuk itu sebaiknya subsidi BBM itu di tarik kembali dan diberikan secara langsung berupa bantuan tunai atau non-tunai kepada kalangan bawah.
Saat di lantik menjadi presiden dan wakil presiden Jokowi-JK sempat menjanjikan bukan sekadar menciptakan stabilitas makroekonomi dan ikhlim usaha yang sehat, tetapi menggunakan pendekatan hands-on dalam menggerakkan sektor riil dengan mengikutsertakan seluruh pelaku bisnis.
Dampak deri kenaikan BBM sangat berpengaruh di berbagi aspek, akan tertapi yang paling menonjol adalah kenaikan dari harga sembako. Untuk itu presiden Jokowi sudah mulai melakukan kebijakan-kebijakan untuk mengantisipasi dampak dari kenaikan BBM tersebut.
Semua kebijaakan yang dilakukan oleh Pemimpin pasti ada pro dan kontra sehingga banayak muncul kritikan dari berbagi golongan terutama politikus seperti: Sofyan Djalil, Fahri Hamzah, Rahmat Gobel,dan masih banyak lainya.



3.2     SARAN
Pemerintah hendaknya selalu memperhatikan kemakmuran rakyatnya, oleh karena itu para pemerintah harus melakukan memikirkan sematang-matangnya sebuah kebijakan demi kemakmuran rakyatnya.
Kenaikan BBM serusnya harus disambut dengan senang hati  karena kebijakan ini sangat membantu pendapatan BUMN. Sehingga dapat di salurkan berupa bentuan lansung kepada rakyat miskin, sedangkan subsidi BBM itu hanya memperkaya golongan atas.












DAFTAR  PUSTAKA :
Harian Rakyat Merdeka. jum’at, 7 november 2014
http://bisnis.liputan6.comread2130695harga-bbm-pasti-naik-bulan-ini-tapi-tanggalnya-masih-rahasia.htm
http://bisniskeuangan.kompas.comread20141106191528326Kenaikan.Harga.BBM.Antara.Pilihan.dan.Janji.Politik.htm
http://bisniskeuangan.kompas.comread20141106220400526Atasi.Dampak.Kenaikan.Harga.BBM.Jokowi.Tak.Cukup.Bagikan.Bantuan.Non-Tunai.htm
http://ekonomi.metrotvnews.comread20141106314999antisipasi-dampak-kenaikan-bbm-pemerintah-bakal-lakukan-operasi-pasar.htm
http://nasional.republika.co.idberitanasionalpolitik141107nensxr-fahri-hamzah-jokowi-perlu-masukan-pdip-yang-paling-gigih-tolak-kenaikan-bbm.htm
http://tvOneNews  Jelang Kenaikan BBM, Polisi Intensifkan Pantau SPBU - Ekonomi.htm
http://www.republika.co.idberitanasionalpolitik140905nbe4gz-ini-alasan-jokowi-ngotot-naikkan-bbm.htm
http://www.tempo.coreadnews20141107058620218Alasan-Jokowi-Berani-Naikkan-Harga-BBM.htm
Kabar petang TV ONE. sabtu, 9 november 2014/ 18:20
Ubaedillah, 2012, Demokrasi, Hak Asasi Manusia, dan Masyarakat Madani, Jakarta Selatan : ICCE UIN Syarif Hidayatulloh
                                        




[1] http://www.republika.co.idberitanasionalpolitik140905nbe4gz-ini-alasan-jokowi-ngotot-naikkan-bbm.htm
[2] http://www.tempo.coreadnews20141107058620218Alasan-Jokowi-Berani-Naikkan-Harga-BBM.htm
[3]http://bisniskeuangan.kompas.comread20141106191528326Kenaikan.Harga.BBM.Antara.Pilihan.dan.Janji.Politik.htm
[4] Harian Rakyat Merdeka.PDIP Harus Segera Keluarkan Sikap Dukung Kenaikan BBM. jum’at, 7 november 2014
[6] Kabar petang TV ONE. sabtu, 8 november 2014/ 18:20
[7]http://bisniskeuangan.kompas.comread20141106220400526Atasi.Dampak.Kenaikan.Harga.BBM.Jokowi.Tak.Cukup.Bagikan.Bantuan.Non-Tunai.htm
[8] http://ekonomi.metrotvnews.comread20141106314999antisipasi-dampak-kenaikan-bbm-pemerintah-bakal-lakukan-operasi-pasar.htm
[9]  http://tvOneNews  Jelang Kenaikan BBM, Polisi Intensifkan Pantau SPBU - Ekonomi.htm
[10]  http://bisnis.liputan6.comread2130695harga-bbm-pasti-naik-bulan-ini-tapi-tanggalnya-masih-rahasia.htm
[11]  http://nasional.republika.co.idberitanasionalpolitik141107nensxr-fahri-hamzah-jokowi-perlu-masukan-pdip-yang-paling-gigih-tolak-kenaikan-bbm.htm
[12] Harian Rakyat Merdeka.Gobel Sidak Pandangan Di Cipinang. jum’at, 7 november 2014
[13] Ubaedillah, 2012, Demokrasi, Hak Asasi Manusia, dan Masyarakat Madani, Jakarta Selatan : ICCE UIN Syarif Hidayatulloh. Hal. 302
[14] Ibid, hal. 303

inspirasi


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 BIOGRAFI SUSI PUDJIASTUTI.  [1]
Berkas:Susi Pudjiastuti.jpg

Susi Pudjiastuti (lahir di Pangandaran, 15 Januari 1965; umur 49 tahun) adalah seorang Menteri Kelautan dan Perikanan dari Kabinet Kerja 2014-2019 yang juga pengusaha pemilik dan Presdir PT ASI Pudjiastuti Marine Product, eksportir hasil-hasil perikanan dan PT ASI Pudjiastuti Aviation atau penerbangan Susi Air dari Jawa Barat. Hingga awal tahun 2012, Susi Air mengoperasikan 50 pesawat dengan berbagai tipe seperti 32 Cessna Grand Caravan, 9 Pilatus PC-6 Porter dan 3 Piaggio P180 Avanti. Susi Air mempekerjakan 180 pilot, dengan 175 di antaranya merupakan pilot asing. Tahun 2012 Susi Air menerima pendapatan Rp300 miliar dan melayani 200 penerbangan perintis.
Ayah dan ibunya Susi Pudjiastuti yaitu Haji Ahmad Karlan dan Hajjah Suwuh Lasminah berasal dari Jawa Tengah yang sudah lima generasi lahir dan hidup di Pangandaran. Keluarganya adalah saudagar sapi dan kerbau, yang membawa ratusan ternak dari Jawa Tengah untuk diperdagangkan di Jawa Barat. Kakek buyutnya Haji Ireng dikenal sebagai tuan tanah. Susi hanya memiliki ijazah SMP. Setamat SMP ia sempat melanjutkan pendidikan ke SMA. Di SMA Negeri 1 Yogyakarta, dia berhenti sekolah saat kelas dua.
Setelah tidak lagi bersekolah, dengan modal Rp750 ribu hasil menjual perhiasan, pada 1983 Susi mengawali profesi sebagai pengepul ikan di Pangandaran. Bisnisnya terus berkembang, dan pada 1996 Susi mendirikan pabrik pengolahan ikan PT ASI Pudjiastuti Marine Product dengan produk unggulan berupa lobster dengan merek “Susi Brand”. Ketika bisnis pengolahan ikannya meluas dengan pasar hingga ke Asia dan Amerika, Susi memerlukan sarana transportasi udara yang dapat dengan cepat mengangkut lobster, ikan, dan hasil laut lain kepada pembeli dalam keadaan masih segar.
Pada 2004, Susi memutuskan membeli sebuah Cessna Caravan seharga Rp20 miliar menggunakan pinjaman bank. Melalui PT ASI Pudjiastuti Aviation yang ia dirikan kemudian, satu-satunya pesawat yang ia miliki itu ia gunakan untuk mengangkut lobster dan ikan segar tangkapan nelayan di berbagai pantai di Indonesia ke pasar Jakarta dan Jepang. Call sign yang digunakan Cessna itu adalah Susi Air. Dua hari setelah gempa tektonik dan tsunami Aceh melanda Aceh dan pantai barat Sumatera pada 26 Desember 2004, Cessna Susi adalah pesawat pertama yang berhasil mencapai lokasi bencana untuk mendistribusikan bantuan kepada para korban yang berada di daerah terisolasi. Peristiwa itu mengubah arah bisnis Susi. Di saat bisnis perikanan mulai merosot, Susi menyewakan pesawatnya itu yang semula digunakan untuk mengangkut hasil laut untuk misi kemanusiaan. Selama tiga tahun berjalan, maka perusahaan penerbangan ini semakin berkembang hingga memiliki 14 pesawat, ada 4 di Papua, 4 pesawat di Balikpapan, Jawa dan Sumatera. Perusahaannya memiliki 32 pesawat Cessna Grand Caravan, 9 pesawat Pilatus Porter, 1 pesawat Diamond star dan 1 buah pesawat Diamond Twin star. Sekarang Susi Air memiliki 49 dan mengoperasikan 50 pesawat terbang beragam jenis.

Susi menerima banyak penghargaan antara lain:
·      Pelopor Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat tahun 2004.
·      Young Entrepreneur of the Year dari Ernst and Young Indonesia tahun 2005.
·      Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprise Exporter 2005 dari Presiden Republik Indonesia. Tahun 2006.
·      Metro TV Award for Economics-2006.
·      Inspiring Woman 2005 dan Eagle Award 2006 dari Metro TV, Indonesia.
·      Berprestasi Award dari PT Exelcomindo.
·      Sofyan Ilyas Award dari Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2009.
·      Ganesha Widyajasa Aditama Award dari ITB, 2011.
·      Award for Innovative Achievements, Extraordinary Leadership and Significant Contributions to the Economy, APEC, 2011.
·      Tokoh Wanita Inspiratif Penggerak Pembangunan, dari Gubernur Jawa Barat, 2008.

Pada tahun 2008, ia mengembangkan bisnis aviasinya dengan membuka sekolah pilot Susi Flying School melalui PT ASI Pudjiastuti Flying School. Pada Minggu, 26 Oktober 2014, dalam pengumuman Kabinet Kerja Pemerintahan Jokowi-JK Ibu Susi Pudjiastuti ditetapkan oleh Presiden RI Joko Widodo menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan.
Ia sempat dua kali bercerai dan kemudian menikah dengan Christian von Strombeck. Dari pernikahan-pernikahannya, ia memiliki tiga orang anak, Panji Hilmansyah, Nadine Kaiser (dari pernikahannya dengan Daniel Kaiser), dan Alvy Xavier.







2.2 BISNIS DAN GAYA EKSENTRIK SUSI PUDJIASTUTI. [2]

Gayanya yang eksentrik, bicaranya ceplas-ceplos. Selain nada suaranya yang berat, layaknya kaum adam, tak jarang wanita ini juga menghisap sebatang rokok filter membuat kesan 'angker' dengan orang yang berhadapan di depannya.
Ditambah gambar tato di beberapa bagian tubuh serta kerut di wajah wanita ini mungkin bisa menggambarkan betapa keras jalur hidup yang ditempuhnya. Menteri Kelautan dan Perikanan yang baru, Susi Pujiastuti (50) sebagai wanita bisnis memang merangkak dari bawah. Dilahirkan dari kalangan pedagang, Susi memulai karirnya  sebagai pedagang ikan segar. Ia sukses di industri perikanan modern dan penerbangan carter beraset ratusan miliar rupiah.Masing-masing adalah PT ASI Pujiastuti Marine Product yang bergerak di bisnis perikanan, dan Susi Air yang merupakan maskapai sewa dengan hampir 50 pesawat propeler jenis Cessna Grand Caravan dan Avanti. Dari dua perusahaan itu, Susi bisa menghidupi ribuan karyawan.
Jalan hidup wanita ini memang penuh liku. Seusai memutuskan keluar dari bangku SMA di daaerah perbatasan Cilacap dengan Jawa Barat, Jawa Tengah, pada 1983, Susi mulai menjalani pekerjaannya sebagai pengepul ikan dengan modal pas-pasan.
Usahanya terus berkembang. Tidak puas hanya berbisnis ikan laut di satu daerah, Susi mulai melirik daerah Pangandaran di pantai selatan Jawa Barat. Ternyata, di sana keberuntungan Susi datang. Usaha perikanannya maju pesat. Jika semula dia hanya memperdagangkan ikan dan udang, maka Susi mulai memasarkan komoditas yang lebih berorientasi ekspor, yaitu lobster. Dia membawa dagangannya sendiri ke Jakarta untuk ditawarkan ke berbagai restoran seafood dan diekspor. Ternyata pasar yang lebih luas masih membentang luas, ekspor lobster. Karena besarnya permintaan luar negeri, untuk menyediakan stok lobster, Susi pun harus berkeliling Indonesia mencari sumber suplai lobster.
Saat itu masalah timbul. Problem justru karena stok melimpah, namun transportasi, terutama udara, sangat terbatas. Untuk mengirim dengan kapal laut terlalu lama karena lobster bisa terancam busuk atau menurun kualitasnya.
Pada saat itulah timbul ide Susi lainnya untuk membeli sebuah pesawat. Gayung bersambut,sang suami Christian von Strombeck, yang merupakan pilot berkewarganegaraan Jerman mendukungnya. Sebagai pilot pesawat carteran, Christian sudah berpengalaman dalam bisnis pesawat.
Sebuah pesawat jenis Cessna dia beli. Alat transportasi itu sangat membantunya mengangkut lobster dari daerah-ke daerah lainnya. Dibandingkan diangkut dengan darat yang butuh waktu relatif lama dan banyak lobster yang mati di jalan, tentu pengangkutan dengan pesawat ini lebih ekonomis. Ia juga mampu meningkatkan produktivitas perdagangan ikannya. Nilai jual komoditas nelayan di daerah juga naik.
“Nelayan bisa mendapatkan nilai tambah. Misalnya saja, lobster di Pulau Mentawai yang tadinya hanya dijual Rp 40.000 per kilo ke tengkulak, setelah itu bisa dinaikkan menjadi Rp 80.000 per kilo saat itu. Uang lebih bisa dikantongi nelayan, karena tanggungan biaya transportasi turun drastis,” kata Susi kepada Tribunnews.com, saat itu.
Jadi, kebutuhan terhadap pesawat penumpang pun semakin meningkat seiring dengan ekspor yang terus bertambah. Belakangan, pesawat yang tadinya hanya untuk mengangkut barang dagangan laut, dia coba sewakan kepada masyarakat yang ingin menumpang.
“Ternyata, permintaan transportasi sangat besar karenanya kita pun mengembangkan bisnis pesawat carter ini dan Susi Air,” ujarnya.
Saat ini, Susi Air memiliki 46 pesawat kecil, antara lain jenis Cessna Grand, Avanti, dan Porter.  Harga pesawat Cessna hampir mencapai Rp 20 miliar per unit. Adapun harga pesawat Avanti bisa empat kali lebih mahal. Bisa dibilang, Susi Air saat ini telah merajai dari maskapai carteran di Indonesia.
Susi tidak puas begitu saja dengan pencapaiannya.  Wanita beranak tiga ini juga telah membangun sekolah pilot di Pangandaran. Ia beralasan, selain untuk memenuhi kebutuhan pilot juga membangun SDM dari Pangandaran dan sekitarnya, tempat kantor pusat Susi Air itu berdiri. Hal ini juga untuk mengurangi jumlah pilot asing yang masih mewarnai maskapai tersebut. Bisnis Lobsternya sempat goyang saat terjadi bencana tsunami di selatan Pulau Jawa pada pertengahan 2000-an. Menurutnya, saat itu hampir seluruh nelayan lobster bangkrut bahkan banyak yang menjadi korban. Dari ekspor yang setahunnya bisa mencapai 10 juta dollar AS, saat itu jatuh hingga menjadi 1 juta dollar saja.
"Cukup lama untuk merecovery, butuh bertahun-tahun agar nelayan bisa kembali mendapatkan bisnis mereka kembali," ujarnya. (Hendra Gunawan).




2.3 PERUBAHAN PROFESI SUSI PUDJIASTUTI.

Pedagang Ikan. [3]

Ijazah sarjana tak bisa jadi jaminan kesuksesan seseorang di masa depan. Teori itu bisa dibuktikan oleh Susi Pujiastuti. Meski hanya lulusan SMP, dia bisa membalik garis nasib yang semula hanya seorang bakul ikan menjadi pemilik maskapai penerbangan.
Mungkin bagi sebagian besar orang pendidikan formal adalah modal utama untuk meraih impian masa depan. Tapi bagi Susi Pujiastuti, dia harus bisa menerima kenyataan pahit, ketika gagal menyelesaikan pendidikan bangku SMAnya, dia malah memilih DO.
Seusai memutuskan keluar dari bangku SMA di Cilacap, Jawa Tengah, pada 1983, ia pulang ke Pangandaran dan mencoba berjualan aneka barang seperti baju, bedcover, dan sebagainya.
Namun akhirnya ia menemukan potensi Pangandaran, yaitu ikan. Dengan modal Rp 750 ribu hasil penjualan perhiasan miliknya, ia mulai berjualan ikan dengan cara membeli ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan menjualnya ke restoran-restoran. Hari pertamanya ia hanya berhasil menjual 1 kg ikan. Itupun ke restoran kenalannya.
Meski jalan untuk menembus pintu restoran tak berjalan mulus, tak membuatnya mundur. Ia terus mencoba lagi hari-hari berikutnya. Meski tak mudah, akhirnya ia bia menguasai pasar Pangandaran setahun kemudian. Lalu ia mencoba menjual ikan-ikan dari Pangandaran ke Jakarta dengan menyewa truk. Berangkat jam tiga sore sampai di Jakarta tengah malam menjadi kegiatan sehari-harinya.
 Tapi dengan keuletan dan kesabarannya, setahap demi setahap usahanya terus berkembang. Setahun kemudian, dia berhasil menguasai pasar Cilacap. Tidak puas hanya berbisnis ikan laut di satu daerah, Susi mulai melirik daerah Pangandaran di pantai selatan Jawa Barat.
Ternyata, di sana keberuntungan Susi datang. Usaha perikanannya maju pesat. Jika semula dia hanya memperdagangkan ikan dan udang, maka Susi mulai memasarkan komoditas yang lebih berorientasi ekspor, yaitu lobster.
Dia membawa dagangannya sendiri ke Jakarta untuk ditawarkan ke berbagai restoran seafood dan diekspor. Karena permintaan luar negeri sangat besar, untuk menyediakan stok lobster, Susi harus berkeliling Indonesia mencari sumber suplai lobster.
Masalah pun timbul. Problem justru karena stok sangat banyak, tetapi transportasi, terutama udara, sangat terbatas. Untuk mengirim dengan kapal laut terlalu lama karena lobster bisa terancam busuk atau menurun kualitasnya.


Pemilik Maskapai. [4]

Pada saat itulah timbul ide Susi lainnya untuk membeli sebuah pesawat. Christian von Strombeck, suaminya yang kebetulan warga negara asing yang berprofesi sebagai pilot pesawat carteran asal Jerman mendukungnya.
Ceritanya, setelah menikah dengan pilot asal Jerman itu, Susi berangan-angan mengangkut ikannya menggunakan pesawat. Angan-angan itu timbul karena dengan menggunakan truk yang memakan waktu sembilan jam perjalanan, ikan-ikannya mati sesampai di Jakarta. Itulah yang membuat harga ikannya jatuh. Dengan pesawat cuma diperlukan satu jam sehingga harga ikannya pasti tinggi karena lebih segar.
Tahun 2000, Susi mencoba mengajukan pinjaman ke bank untuk merealisasikan rencana itu. Namun rencananya itu ditertawakan pihak bank dan sudah tentu pengajuan kreditnya ditolak. Baru pada tahun 2004, ada bank yang mau mengabulkan kreditnya. Dari Bank Mandiri, ia mendapat pinjaman Rp 47 miliar yang ia gunakan untuk membuat landasan di Pangandaran dan membeli dua pesawat Cessna.
Namun sebulan setelah pengoperasian pesawatnya, terjadi bencana tsunami di Aceh. Naluri kemanusiaannya terusik. Ia terbang ke Aceh untuk memberi bantuan. Pesawat Susilah, pesawat pertama yang mendarat di Aceh setelah bencana itu. Besoknya ia membawa barang-barang bantuan seperti beras, mi instan, dan sebagainya. Susi dan pesawatnya pun berkutat di Aceh mendistribusikan barang-barang bantuan.
Rencananya, ia “hanya” memberi bantuan sarana angkutan gratis selama 2 minggu, namun banyak LSM dalam dan luar negeri yang memintanya tetap di sana dan mereka bersedia menyewa pesawat Susi. Dari sanalah lahir nama Susi Air sebagai usaha penyewaan pesawat. Di sisi lain, alat transportasi itu sangat membantunya meningkatkan produktivitas perdagangan ikannya. Nilai jual komoditas nelayan di daerah juga naik.
“Nelayan bisa mendapatkan nilai tambah. Misalnya saja, lobster di Pulau Mentawai yang tadinya hanya dijual Rp 40.000 per kilo, setelah itu bisa dinaikkan menjadi Rp 80.000 per kilo saat itu,” kata Susi dilansir Persda Network.
Jadi, kebutuhan terhadap pesawat penumpang pun semakin meningkat seiring dengan ekspor yang terus bertambah. Belakangan, pesawat yang tadinya hanya untuk mengangkut barang dagangan laut, dia coba sewakan kepada masyarakat yang ingin menumpang.
“Ternyata, permintaan transportasi sangat besar karenanya kita pun mengembangkan bisnis pesawat carter ini dan Susi Air,” ujar perempuan kelahiran Pangandaran tahun 1965 ini.
Saat ini, Susi Air memiliki 50  pesawat kecil, antara lain jenis Cessna Grand, Avanti, dan Porter yang dioperasikan oleh 80 pilot. Sebanyak 26 pilot di antaranya adalah pilot asing. Maskapai Susi Air saat ini beroperasi di hampir semua daerah pelosok di Indonesia. “Yang penting kita tingkatkan layanan agar pelanggan semakin suka pada kita,” ujarnya berfalsafah.  berbagai sumber.
PT ASI Pudjiastuti Aviation operator maskapai penerbangan Susi Air tahun ini membidik pendapatan sebesar Rp400 miliar setelah mendapatkan sejumlah rute baru dan menambah beberapa  pesawat.
Presiden Direktur PT ASI Pudjiastuti Aviation Susi Pudjiastuti menjelaskan pada 2013 pihaknya menargetkan peningkatkan pendapatan Rp400 miliar setelah tahun lalu memperoleh pendapatan Rp300 miliar.
Pudjiastuti menambahkan pada tahun ini pihaknya menargetkan akan mendatangkan 16 pesawat yang akan digunakan untuk sejumlah rute penerbangan perintis.
“Tiga pesawat yang sudah kita kontrak senilai 6 juta Swiss Franc. Satu pesawat sudah tiba Maret 2013 dan dua pesawat lagi Mei dan Juni akan datang,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (1/5/2013).
Dia menambahkan 3 pesawat yang dibeli pada awal 2013 merupakan pesawat jenis Pilatus Porter asal Swiss.
Selain itu 10 pesawat lainnya akan didatangkan hingga akhir tahun dengan investasi mencapai US$70 juta. 
Susi Air, imbuhnya, juga pada 2013 memperoleh 30 rute penerbangan baru dan saat ini pihaknya telah melayani 200 rute penerbangan perintis.
Menurutnya pesawat baru itu akan digunakan pada sejumlah rute penerbangan antar kabupaten di Sumatra bagian Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi dan Papua.
Menurutnya saat ini pihaknya memiliki 46 pesawat dengan berbagai tipe seperti Cessna Grand Caravan, Pilatus PC-06 Porter dan Piaggio P180 Avanti. [5]



Mentri Kelautan dan Perikanan.

Setelah dilntik pada tanggal 27 oktober 2014 Susi resmi menjadi mentri kelautan dan perikanan pada presiden Jokowi yang di kenal dengan “kabinet kerja”. Susi merupakan mentri kelautan ke-6 dalam sejarah kabinet di Indonesia, sebelumnya mentri kelautan dan perikanan dipindah tangankan dari Sharif Cicip Sutarjo kepada beliau.
Pada saat ini susi merupakan seorang mentri dari kabinet jokowi yang sangat di pertanyakan kontribusinya, karena berdasarkan pendidikannya susi merupakan satu-satunya mentri yang tidak menamatkan S2-nya, bahkan susi hanya memiliki ijazah SMP karena beliau hanya menginjak dunia SMA sampai kelas 2 saja.[6]
Perhatian publik banyak tersedot ke kiprah menri wanita asal pangandaran ini. Ada saja gebrakan setiap harinya. Penguasaan materi tentang kementriannya dan skill manejerialnya mempuni. Yang juga menonjol, nyalinya yang tinggi untuk melakukan perubahan di bidangnya.
Ia seorang yang nothing to lose dengan kursi mentri yng di dudukinya, kapan saja iya siap “pilang kampung” bila lingkunga gerah menerima aksi-aksi perubahanya. Atau, bila tembok penghalang terlalu tinggi dan tebal sehingga membuatnya harus terpental.
Kita bertahap mentri model bergiliran yang harus terus mendapat suntikan semangat terlebih dukungan kekuasaan lebih besar, karena agenda yang akan diubahnya juga berdampak luas pada perubahan wajah republik ini. Susi jangan dibiarkan sendiri. Harus yang benar-banar berdiri kuat mendukungnya dari belakang.
Yang akan diperangi mentri Kelautan dan Perikanan ini adalah lapangan usaha yang penuh dengan jaringan mafianya. Betapa tidak, nilai ekonomi yang di hasilkan dari kegiatan perdagangan di sector ini luar biasa besar. Penyimpanan pasarnya sudah keterlaluan.
Mentri Susi tidak boleh di biarkan sendiri memperjuangkan semuanya. Kita harus di ambil bagian dari kesungguhannya bekerja meningkatkan harkat dan martabat para nelayan kita skla mikro, dan kita sebagi bngsa masitim. Jangan smpai kita sepetri “ayam mati di lumbung padi”. Bravo Susi ! You are not alone !. [7]



2.4 KEGIATAN SUSI PUDJIASTUTI SETELAH DI LANTIK.

Pada masa kabinet kerja Jokowi saat ini belum banyak kontribusi yang diberikan oleh para mentri-mentrinya, tapi dari beberapa sudah melakukan wasiat pemimpinya yaitu melakukan terjun langsung ke lapangan yang sering di sebut dengan istilah “blusukan”, ada yang meloncat pagar, ada yang menuju kampung halamanya.
Susi Pudjiastuti pun melakukan blusukan ke kampong halamanya di pangandaran, jawa barat, Yang di juluki sebagai kampung nelayan.
Setiba di kampung halamanya Susi Pudjiastuti pun langsung bercengkrama dengan teman semasa kecilnya, bahkan Susi sempat mengusap air matanya dengan menggunakan bajunya sendiri, saat beliau di nasehati oleh orang tua-tua di kampungnya yang sudah dianggapnya seperti guru.
Susi sempat berpidato di depan warga kampungnya dan berjanji “saya akan memberantas pihak asing yang meminjam bendera Indonesia dan mengambil hasil laut Negara kita untuk di bawa kenegara mereka”. [8]
Susi juga sudah mengadakan pertemuan-pertemuan penting dengan beberapa perwakilan Negara sahabat.
Blake (kedutaan besar AS) dan susi menggelar pertemuan selama 1 jam. Peretmuan digelar di ruangan mina bahari I, kantor kementrian kelautan dan perikanan di Jakarta, kemaren pagi. Setelah pertemuan ini, kedunya menggelar jumpa pers bersama.
Blake yang diberikan kesempatan berbicara duluan, mengaku membicarakan bnyak hal dengan susi. Namun, di tegaskan katanya, pada intinya membahas komitmen AS mendukung gebrakan yang bilakukan Susi dalam memberantas praktik pencurian ikan.
“saya mengucapkan terima kasih kepada ibu mentri. Hari ini kita sudah bekerja sama dengan Indonesia untuk memerangi illegal fisihing dan konserfasi maritime,” puji Blake.
Blake mengungkapkan, peremuan itu juga membicarakan rencana AS memberikan bantuan fasilitas infrasrtuktur kepada polisi untuk meningkatkan pengawasan laut.
Dia menegaskan, AS mendukung penegakan hukum di laut Indonesia bias lebih baik lagi. Menurtnya, laut Indonesia sangat penting karena 2/3 wilayah Negara ini merupakan lautan.
Hal lain yng dibicarakan dengan Susi ialah berebagi pengalaman dan pengetahuan. Blake bercerita, dirinya di berikan banyak pekerjaan rumah(PR) yang berat oleh Susi. “ibu mentri dan saya sudah berbagi byak data. Beliau sudah memberikan banyak sekali PR dan saya dengan senang hati akan mempelajari itu,” imbuhnya.
Selain dengan dubes AS, Susi sudah bertemu delapan perwakilan Negara-negara asing. Antara lain dengan dubes Malaysia Dato Zahrin Muhammed Hasyim, dubes Vietnam Nyuyen Xuan Thui, kuasa usaha duta besar Filipina Roberto G. Manalo, wakill dubes Australia David Engel.[9]

2.5 KAITAN MASALAH INI DENGAN MATERI CIVIC EDUCATION
Masalah pelantikan seorang mentri perempuan dapat di kaitkan dengan materi Civic Education tentang HAM, yaitu hubungan gender dan HAM. Istilah gender harus debedakan dengan jenis kelamin (seks). Gender mengacu kepada perbedaan peranan antara laki-laki dan perempuan yang dibentuk oleh budaya, sedangkan seks memiliki pengertian perbedaan jenis kelamin laki-laki dan perempuan secara biologis.[10]
Susi Pudjiastuti merupakan salah satu mentri kabinet kerja Jokowi yang berasal dari kalangan perempuan. Akan tetapi Susi pun menepiskan anggapan bahwa seorang perempuan itu bersifat lemah, dan hanya pantas bekerja sebagai ibu rumah tanggga saja.
Susi Pudjiastuti merupakan salah satu sosok kartini dalam kabinet kerja Jokowi yang memulai hidupnya dari bawah yaitu sebagai pedagang ikan, dan beranjak menjadi pemilik maskapai penerbangan hingga saat ini Susi sukses seperti  sekarang menjadi seorang mentri perempuan dalam kabinet kerja Jokowi.
Jadi, Gender bukanlah alasan untuk kita merasa lebih tinggi atau lebih rendah dari orang lain. Seperti contoh ibuk Susi Pudjiastuti, Ia menepis pandangan kita tentang peremppuan yang bersifat lemah, Ia berusaha semaksimal mungkin agar mencapi kesuksesan yang saat ini telah beliau raih.

LAMPIRAN
























BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Susi Pudjiastuti adalah mentri kelautan dan perikanan yang di lahiran di pangandaran pada tanggal 15 januari 1965. Ia merupaka anak dari Haji Ahmad Karlan dan Hajjah Suwuh Lasminah berasal dari Jawa Tengah yang sudah lima generasi lahir dan hidup di Pangandaran. Ia dibesarkan dari kempung yang dijuluki sebagai kampumg nelayan.
Sebelum menjadi seorang mentri Susi Pudjiastuti sempat menjajaki berbagi pekerjaan yang penghasilannya sangat besar, seperti menjadi penjual ikan di pasar pelelangan ikan di kampungnya, setelah memiliki suami seorang pilot, Susi mengembangkan usahnya di bidang transportasi udara yaitu pemilik maskapai SUSI AIR yang memiliki pendapatn tahun 2014 sebesar 400 milyar.
Susi pudjiastuti merupakan satu-satunya mentri kabinet kerja Jokowi yang sidak menamatkan S2-nya. Bahkan Ia hanya memiliki ijazah SMP. Karena hanya mencicipi jenjang pendidikan sampai kelas 2 SMA. Dengan riwayat pendidikan yang sangat rendah, Susi sempat dipertanyakan keridibilitasnya ebagai seorang mentri, yang jabatangya sngat penting dalam sebuah Negara karena merpakan kaki tangan dari seorang persiden.
Setelah dilantik Susi mulai melakukan gebrakanya dengan melakukan BLUSUKAN menuju kampung halamanya yang di kenal sebagai kampung nelayan. Susi juga melakukan pertemuan dengan Negara sahabat, seperti duta besar AS, dubes Malaysia Dato Zahrin Muhammed Hasyim, dubes Vietnam Nyuyen Xuan Thui, kuasa usaha duta besar Filipina Roberto G. Manalo, wakill dubes Australia David Engel.


3.2 SARAN
Semoga kabinet jokowi yang dilantik pada tanngal 27 oktober kemaren menjalankan fungsinya dengan semstinya agar terjadi keselarasan pemerintahan, kemakmuran masyarakat menjadi meninggkat.
Dengan gebrakan yang di lakukan oleh seorang wanita yang bernama Susi Pudjiastuti, semoga memotivasi kita untuk melakukan usaha dalam kehidupan kita sehingga kita mendapat kesuksesan yang ingin kita raih.




3.3 DAFTAR PUSTAKA :

Harian Rakyat Merdeka. jum’at, 7 november 2014
Kabar pagi, TV ONE. Rabu, 5 november 2014/07:15
Kabar petang, TV ONE. Kamis, 6 november 2014/18:15
http://id.wikipedia.orgwikiSusi_Pudjiastuti.htm
http://Susi Air Bidik Pendapatan Rp400 miliar pada 2013 _ Industri - Bisnis.com
http://www.mypangandaran.comartikeldetailsosok-dan-profil74susi-pujiastuti-dari-bakul-ikan-jadi-pemilik-maskapai.html
http://KOMPAS.com_Ekonomi / BisnisBisnis dan Gaya Eksentrik Susi Pudjiastuti_Senin, 27  Oktober  2014 | 15:12 WIB
Ubaedillah, 2012, Demokrasi, Hak Asasi Manusia, dan Masyarakat Madani, Jakarta Selatan : ICCE UIN Syarif Hidayatulloh




[1]  Http://id.wikipedia.orgwikiSusi_Pudjiastuti.htm
[2]  http://KOMPAS.com_Ekonomi / BisnisBisnis dan Gaya Eksentrik Susi Pudjiastuti_Senin, 27  Oktober  2014 | 15:12 WIB

[3] http://www.mypangandaran.comartikeldetailsosok-dan-profil74susi-pujiastuti-dari-bakul-ikan-jadi-pemilik-maskapai.html
[4] Ibid.
[5]  http://liputan6. Susi Air Bidik Pendapatan Rp400 miliar pada 2013 _ Industri - Bisnis.com
[6] Kabar pagi, TV ONE. Rabu, 5 november 2014/07:15
[7] Harian Rakyat Merdeka.Mentri Susi. jum’at, 7 november 2014.
[8] Kabar petang, TV ONE. Kamis 6 november 2014/18:15
[9] Harian Rakyat Merdeka.Mentri Susi Dikunjungi Dubes AS  Selam 1 jam. jum’at, 7 november 2014. Hal 13
[10] Ubaedillah, 2012, Demokrasi, Hak Asasi Manusia, dan Masyarakat Madani, Jakarta Selatan : ICCE UIN Syarif Hidayatulloh. Hal. 227