BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
ALASAN
KENAIKAN BBM
a.
Sebagai Salah
Satu Alat Untuk Menyelamatkan Rakyat Kecil.
Presiden
terpilih Joko Widodo (Jokowi) bertekad segera menaikkan harga BBM bersubsidi
setelah dilantik. Jokowi mengatakan, harga BBM harus naik untuk menyelamatkan
rakyat kecil.
"Data
yang saya terima 71 persen BBM subsidi itu dinikmati oleh mobil," ujar
dia, Kamis (4/9). Karenanya, Jokowi mengaku senang ketika ada petani yang memintanya
menaikkan harga BBM.
Dia
menilai, subsidi memang harus dialihkan pada sektor produktif. Sektor yang
berhubungan langsung dengan masyarakat bawah, seperti sektor pertanian.
Apalagi,
kata Jokowi, sebagian besar petani di Indonesia masih jauh dari sejahtera.
Dalam Munas tersebut, Jokowi mendapat laporan ada petani yang hanya
berpenghasilan Rp 450 ribu per bulan.
Seperti
diketahui, Jokowi berjanji akan menaikkan harga BBM bersubsidi setelah
dilantik. Subsidi tersebut akan dialihkan untuk memberi tambahan modal pada
pelaku usaha mikro di desa-desa, untuk subsidi benih, pupuk dan pestisida bagi
petani, serta untuk subsidi solar dan pembelian mesin kapal bagi nelayan. [1]
Rencana
pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak ditolak sejumlah elemen
masyarakat, termasuk di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Meski demikian,
Presiden Joko Widodo menganggap itu menjadi satu risiko yang harus dihadapinya.
Hal
itu tidak menyurutkan langkah Jokowi untuk tetap menaikkan harga BBM. Bahkan
Jokowi mengaku tidak takut dibenci ataupun tidak terkenal gara-gara menaikkan
harga BBM. "Saya jadi presiden bukan untuk dikenal, tapi untuk bekerja
demi kepentingan masyarakat," ujar Jokowi di sela kunjungannya ke Kendari,
Kamis malam, 6 November 2014.
Pada
Kamis siang, sejumlah elemen mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat
Sipil di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, berunjuk rasa menolak kedatangan
Presiden Joko Widodo, Kamis, 6 November 2014. Mereka menentang rencana
pemerintah menaikkan harga BBM.
Jokowi
mengungkapkan, selama lima tahun terakhir, pembangunan infrastruktur dan
kesehatan sangat minim akibat uang negara lebih banyak dipakai untuk subsidi
BBM. Karena itu, menaikkan harga BBM dan mengurangi dana subsidi akan lebih
bermanfaat karena dana yang ada bisa dialihkan untuk kepentingan pembangunan
lainnya yang memiliki nilai manfaat yang lebih tinggi bagi masyarakat.
Jokowi
bersama sejumlah menteri dari Kabinet Kerja berkunjung ke Kendari pada Kamis
sore. Kunjungan Jokowi hanya sekitar tiga jam. Jokowi meninjau pelabuhan
perikanan Samudra yang ada di Kelurahan Talia serta membuka Musyawarah Nasional
Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama). [2]
b.
Sebagai Penehuan
Janji Politik.
Pendekatan
baru lima tahun ke depan telah jelas disampaikan dalam pidato usai pembacaan
sumpah Presiden 2014-2019.
Pertama,
pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla akan mewujudkan kemandirian ekonomi. Kedua,
dalam membangun ekonomi, Presiden Jokowi-Wapres JK menjanjikan bukan sekadar
menciptakan stabilitas makroekonomi dan ikhlim usaha yang sehat, tetapi
menggunakan pendekatan hands-on dalam menggerakkan sektor riil dengan
mengikutsertakan seluruh pelaku bisnis.
Direktur
Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE), Hendri Saparini mengatakan
muncul sejumlah pertanyaan bagaimana pemerintah Jokowi-JK mewujudkan janji
politik tersebut seiring dengan rencana menaikkan harga bahan bakar minyak
(BBM) bersubsidi.
“Setiap
kali terjadi perubahan kebijakan terutama untuk administered prices, yang pasti
itu adalah pilihan politik. Jadi tidak hanya pertimbangan ekonomi tapi juga
politik, seperti kenaikan harga BBM,” kata Hendri ditemui usai mengisi seminar
'Economic Outlook: Indonesia 2015 and Beyond: Reinventing Economic Priorities',
Jakarta, Kamis (6/11/2014).
Hendri
memastikan kenaikan harga BBM bersubsidi memberikan dampak amat besar terhadap
perekonomian. Kenaikan harga BBM bersubsidi tidak semata-mata dilakukan dengan
pertimbangan waktu, yakni dilakukan pada inflasi rendah. Pasalnya, pada
dasarnya secara kumulatif dampak dari kenaikan harga BBM kan akan dirasakan
oleh seluruh masyarakat.
Hendri
menyampaikan, Jokowi-JK berkali-kali mengatakan akan menggunakan pendekatan
ekonomi yang berbeda, yakni kemandirian ekonomi, di mana melibatkan seluruh
pelaku bisnis, termasuk pelaku bisnis mikro. Padahal, lanjut dia, pelaku bisnis
mikro tersebut pasti akan terkena dampak kenaikan harga BBM bersubsidi.
“Pertanyaannya,
desain kebijakan kompensasi seperti apa untuk mengeliminir dampak negatifnya
tadi?,” imbuh dia.
Lebih
lanjut Hendri menuturkan, kalau pemerintah Jokowi-JK nyatanya tidak memiliki
desain tersebut, maka pilihan politik menaikkan harga BBM bersubsidi akan
memberikan dampak negatif, sama dengan pilihan politik pemerintahan sebelumnya.
“BBM
dinaikkan tetapi akan meningkatkan jumlah kemiskinan dan pengangguran. Ini akan
menjadi ongkos yang mahal lagi bagi APBN. Jadi, makanya bagi saya ini harus ada
perhitungan yang betul-betul, apa desain kebijakan yang akan dilakukan,” tukas
Hendri. [3]
c.
Permintaan dari
Partai Pendukung.
Anggota
DPR dari fraksi PDI perjuangan, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanudin meminta agar
polemic wacana kenaikan harga BBM yang dilakukan oleh para rekan separtainya baru-baru ini
diakhiri. Fraksi PDI Perjuangan harus mengeluarkan pernyataan resmi mendukung
rencana pemerintah menaikkan harga BBM.
“fraksi
PDI Perjuangan harus segera mengambil alih polemic ini agar tidak menjadi bola
liar yang akan merugikan partai dan pemerintaha Jokowi-JK,” ucam TB Hasan
kepada wartawan di Jakarta kemarin.
TB
hasan menanggapi sejumlah rekan separtainya yang ramai di media belakangan ini,
secara tegas menolak menaikkan harga BBM.
“tidak
elok bila sejumlah anggota PDI Perjuangan bersebrangan dengan pemerintah.
Kerena fatsun politiknya saat ini, PDI Perjuangan sebagi partai pendukung
pemerintah. Semua kader harus mendukung apapun yang menjadi kebijakan
pemerintah,” katnya lagi.
Menurutnya,
sikap penolakan itu jangan menjadi dalil untuk menjadi oposisi lagi, kerena
saat ini, garis komando partai adalah mendukung pemerintah. Sikap itu justru
kurang strategis, karena presiden Joko Widodo adalah presiden yang di usung
oleh PDI Perjuangan. Maka presiden Jokowi adalah kepanjangan tangan dari
prinsip-prinsip ideologi partai.
“menurut
kita, di era demokrasi ini, setiap orang bias berpendapat beda. Tetapi setiap
kader seharusnya taat azas atau mengikuti kebijakan partai,” demikian TB
Hasanudin.
TB
Hasanudin yakin, pemerintah akan mempertimbangkan secara matang rencana kenikan
BBM itu untuk penimgkatan kesejahteraan rakyat.
“semua
pasti telah di hitung secara ketat rencana kenaikan dan dampaknya oleh
pemerintah baik jangka pendek maupun panjang. Semua tentu untuk kepentingan
masyarakat.” Tegasnaya.[4]
2.2 DAMPAK KENAIKAN HARGA BBM. [5]
a.
Sektor Ekonomi
Ketika
kebijakan sudah diambil, maka akan mempengarui beberapa aspek di dalamnya,
meskipun hanya sedikit. Akan tetapi perekonomian rakyat Indonesia yang
tergolong di dominasi menengah kebawah, akan merasakan pengaruh yang sangat
tinngi. Dimana BBM merupakan salah satu banah utama untuk mata pencaharian
mereka, jika BBM naik maka sejumlah barang- barang kebutuhan pokok pun juga
akan meningkat.
Dari
sektor ekonomi masyarakat, akan berdampak pada menurunya daya beli masyarakat
karena kenaikan harga BBM maka akan dibarengi dengan kenaikan tarif listrik,
transportasi dan berbagai jenis produk. Golongan masyarakat yang paling terkena
dampaknya adalah masyarakat miskin. Kebijakan pemerintah dalam memberikan
bantuan langsung tunai sangat bermanfaat bagi golongan ini. Setidaknya
dalam jangka pendek ekonomi mereka dapat terbantu. Selanjutnya anggaran
tersebut harus mampu dipergunakan dalam meningkatkan ekonomi mikro. Kegiatan
perdagangan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri perlu ditingkatkan dan dipenuhi
sehingga mengurangi impor, kemudian jika bisa produk kita di ekspor ke negara
lain. Janganlah kita menjadi ketergantungan dengan barang impor terus.
b.
Sektor Sosial
Kemudian
terkait dengan dampak sosial adalah adanya anggapan bahwa Pemerintah hanya
mementingkan kepentingan kelompok asing dan golongan kaya yang hanya mencari
keuntungan bahkan aspek sosial yang selama ini terabaikan seperti fasilitas
jalan raya yang banyak berlubang, bangunan sekolah banyak yang rusak, belum
lagi persoalan sampah yang menumpuk tidak dikelola mengancam kesehatan.
Lambannya peran Pemerintah mengatasi aspek sosial ini akan menyulitkan
pengambilan keputusan terkait kebijakan yang akan dibuat sehingga nantinya akan
menjadi tidak optimal secara keseluruhannya. Ditinjau secara menyeluruh bahwa
kehidupan masyarakat di kota dan daerah berbeda sehingga peran Pemerintah Pusat
dan Daerah diharapkan dapat bersinergi dengan kondisi sosial yang nampak saat
ini.
c.
Sektor Politik
Dalam
kehidupan politik yang sedang berkembang di masyarakat saat ini dilihat sebagai
proses berjalannya demokrasi yang pluralis dengan beragamnya budaya dan suku
telah membuat proses demokrasi di Indonesia dinilai sebagai suatu keberhasilan,
namun masih terkendala dengan akses informasi yang memadai dan transparansi
kinerja Pemerintah Pusat dan Daerah masih kurang memuaskan karena begitu
banyaknya pejabat di Pemerintahan yang terjerat perkara hukum seperti korupsi,
suap, dan kasus pidana lainnya. Pendapat publik terhadap kebijakan Pemerintah
di DPR juga masih kurang memuaskan dengan masih banyaknya skandal anggota dewan
yang terkait dengan korupsi, suap, bahkan opini publik banyak juga yang
memberikan anggapan bahwa lembaga ini seolah tidak mewakili kepentingan rakyat
tetapi telah menjadi mesin politik partai untuk meraih simpati rakyat guna
pemilu selanjutnya namun tidak sedikit pula anggapan yang menilai bahwa anggota
DPR adalah orang-orang yang cerdas, berintegritas dan akuntabel yang akan
menjadi ‘pioneer’ untuk melakukan perubahan yang lebih baik bagi bangsa dan
Negara Indonesia.
d.
Sektor
Pendidikan
Biaya pendidikan terutama pendidikan menengah atas dan
pendidikan tinggi akan semakin meningkat. Jangkauan masyarakat ekonomi rendah
akan sulit untuk melanjutkan pendidikan karena terbatasnya pendapatan dan harga
yang semakin tidak terjangkau. Fasilitas sekolah yang terbatas dan bangunan
yang rusak juga masih banyak. Belum lagi di beberapa daerah jumlah sekolah
tidak sebanding dengan jumlah penduduknya. Kebijakan pemerintah dengan
memberikan dana BOS adalah sudah tepat. Subsidi BBM dapat juga perlu
diprioritaskan pada pembangunan sekolah, fasilitas sekolah dan beasiswa
pendidikan tinggi bagi anak yang berprestasi. SDM berpendidikan adalah
investasi bangsa Indonesia kedepannya.
Pemerintah semestinya menyiapkan perencanaan jangka panjang
dalam menyiapkan sumber daya manusia sehingga bisa di latih mencapai tujuan
tertentu. Seperti contohnya kalau ingin membuat mobil maka kirimlah orang dalam
jumlah tertentu untuk belajar ke Negara maju. Selanjutnya setelah selesai
pendidikan mereka diberikan fasilitas untuk mengembangkan kemampuanya hingga
mampu membuat pabrik sendiri. Dengan demikian maka tidak akan rugi mengirim
orang belajar. Kenyataanya dari tahun 1970, program beasiswa seperti ini tidak
jelas alurnya sehingga tenaga ahli yang sudah datang tidak diberdayakan dengan
baik.
e.
Seaktor
Kesehatan
Sektor
kesehatan akan terkena dampaknya dimana biaya kesehatan yang meningkat
menyebabkan jangkauan layanan kesehatan menjadi sulit. Ekonomi masyarakat yang
rendah biasanya berhubungan dengan kondisi sanitasi lingkungan yang tidak
sehat. Meningkatnya kejadian gizi kurang dan gizi buruk akibat terbatasnya
pendapatan. Hal ini perlu menjadi perhatian pemerintah selain hanya memberikan
jaminan kesehatan masyarakat juga memberikan pembinaan kesehatan pada
masyarakat. Peranan puskesmas sebagai ujung tombak kesehatan masyarakat harus
dikembalikan peranan utamanya dala upaya pencegahan penyakit. Merevitalisasi
program posyandu dalam membina kesehatan masyarakat dan mendeteksi secara dini
tumbuh kembang anak.
Harga
bahan pokok di pasar tradisional naik, kenaikan berfareasi mulai dari Rp. 1.000
sampai Rp. 5.000 per komuditas. Masyarakat
terpaksa mengurangi jumlah pembelian mereka agar mencukupi.
Masyarakat
di pasar tradisional gunung kidul Yokyakarta sudah merasakan dampak dari
rencana kenaikan BBM, mereka mendapati harga sayuran naik hingga Rp. 2.000 per
Kg, dan harga eceran daging naik Rp. 5.000.
Pera
pedagang mengeluh omset mereka sudah mulai menurun sejak rencana kenaikan harga
BBM, karena banyak pembeli yang hanya membeli sedikit persediaan sembako
mereka.
Berikut
hasil wawan cara dari seorang pedagang sembako bernama Astuti. “herga sembako
naik sekitar 3-4 hari yang lalu”.
“dampaknya
omset penjualan sembako sngat menurun drastis”. Tambahnya.
2.3 KEBIJAKAN JELANG KENAIKAN HARGA BBM
Direktur
Eksekutif Center of Reforms on Economics (CORE) Hendri Saparini mengatakan,
bantuan tunai tidak cukup menjadi kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak
(BBM) bersubsidi.
Apalagi,
melihat janji politik pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang ingin
menggukana pendekatan berbeda dalam pembangunan ekonomi, yakni kemandirian.
“Kalau yang sekarang ini kita dengar adalah menyiapkan Rp 5 triliun untuk 15,5
juta keluarga. Pertanyaannya, impact itu tidak cukup
hanya dengan memberikan BLT atau apapun namanya. Ke depan itu harus dilanjutkan
lagi,” ucap Hendri, Kamis (6/11/2014).
Kendati
begitu, Hendri menuturkan untuk melanjutkan kompensasi tersebut, maka
pemerintah harus memperoleh persetujuan dengan DPR lagi. Hendri berharap
kompensasi tersebut sudah dimasukkan ke dalam draft RAPBN Perubahan 2015, dan
bisa disetujui oleh parlemen.
“Nah
memang bagi Indonesia ini tidak semudah negara lain menaikkan harga BBM.
Apalagi kita memiliki sistem politik di mana peran dari DPR itu sangat besar di
dalam menentukan anggaran maupun Undang-undang,” lanjut Hendri.
Hendri
mengatakan, memang kesalahan alokasi anggaran negara yang cukup lama ini memang
tidak bisa diselesaikan dalam waktu semalam. Dia juga bilang, harus ada
kesabaran serta kesungguhan dari pemerintahan Jokowi-JK untuk mendesain
kebijakan.
“Dan
jangan sampai kemudian nanti kenaikan harga BBM akhirnya akan menjadi beban
bagi APBN,” pungkas Hendri.
Pemerintah
siap mengantisipasi kenaikan harga beras yang bisa terimbas dari rencana
penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Stok Badan Urusan Logistik
(Bulog) diklaim cukup hingga 8 bulan ke depan. Begitupun pasokan beras di Pasar
Induk Beras Cipinang (PIBC) masih dalam kondisi normal.
"Kan
sekarang ada kecenderungan harga beras naik karena ada spekulasi yang bermain.
Makanya kami datang untuk melihat dan langkah apa yang harus dilakukan
khususnya bulan 11 dan bulan 12," ujar Menteri Perdagangan Rachmat Gobel
disela-sela kegiatan peninjauan di PIBC, Jakarta, Kamis (6/11/2014).
Rachmat
mengakui, spekulan senantiasa muncul untuk mengeruk keuntungan dari situasi
yang berkembang namun pemerintah sudah melakukan upaya untuk meredamnya. Saat
ini, Bulog sudah melakukan operasi pasar dengan penyaluran sebanyak 20 ton
beras per hari.
Adapun
stok Bulog yang terdata hingga saat ini sebanyak 1,6 juta ton dan diklaim
mencukupi untuk 6-8 bulan ke depan. Stok tersebut bisa digunakan untuk operasi
pasar, penyaluran raskin, maupun sebagai cadangan untuk menghadapi bencana
alam. Sekedar informasi, Bulog sendiri pada tahun ini mendapat alokasi impor
beras sekitar 500 ribu ton sebagai instrumen stabiliasi harga.
"Terus
akan kita lihat, akan dilakukan terus (operasi pasar) supaya kenaikan tidak
berlebihan. Operasi pasar ini dilakukan di seluruh Indonesia," tuturnya.
Pada
kesempatan yang sama Senior Manajer Perdagangan PIBC Suminta mengatakan, stok
beras di PIBC sejumlah 30 ribu ton dan mencukupi untuk 10 hari kedepan. Pasokan
harian juga masih berlangsung normal berkisar 2.500-3.000 ton. Alhasil, harga
yang terbentuk di PIBC sebagai barometer harga di seluruh Indonesia masih
stabil.
"Sampai
saat ini belum ada kenaikan signifikan, masih di bawah 0,5%," ujarnya.
Suminta
mengatakan, stok yang ada di PIBC maupun milik Bulog masih terjaga. Begitupun
pasokan dari petani-petani dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat masih
terjaga sebab masih ada stok dalam bentuk gabah. Kondisi ini dinilai ideal
untuk meredam gejolak harga.
"Untuk
antisipasi kenaikan harga BBM kita juga ada cukup stok yang banyak sehingga
masyarakat tidak perlu khawatir karena apabila akan terjadi gejolak harga pun,
pemerintah dalam arti Bulog sudah bersiap melakukan operasi pasar,"
tukasnya.
Semenatara
itu menurut pedagang beras di PIBC, Ayong, saat ini harga beras medium di
kisaran Rp8.300 per kilogram. Jika BBM jadi dinaikkan, kenaikan harga ditaksir
hanya sekitar Rp50 per kilogram. Namun, apabila ditambah pasokan yang mulai
seret karena memasuki masa panceklik, kenaikan harga berkisar Rp200-Rp300 per
kilogram.
Adapun
berdasarkan catatan Kementerian Perdagangan, harga rerata nasional beras medium
per 4 November 2014 di kisaran Rp8.981 per kilogram.
Lebih
lanjut, Ayong mengungkapkan, pasokan di tokonya masih relatif normal sebanyak
20-30 ton per hari. Stok yang ia miliki saat ini juga mencukupi untuk kebutuhan
selama seminggu. Pun, Ayong sudah mulai membeli beras yang diimpor Bulog dari
Vietnam.
Menjelang
rencana pemberlakuan kenaikan harga bahan bakar minyak, polisi mengintensifkan pemantauan
terhadap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
"Kita
sudah melakukan upaya pemetaan terhadap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum
(SPBU) yang rawan bedasarkan data yang kita himpun di tahun sebelumnya,"
ujar Kapolresta Bekasi Kota Kombes Priyo Widiyanto di Bekasi, Sabtu (1/11/14).
Menurut
Kapolresta Bekasi, menjelang kenaikan harga BBM yang direncanakan mulai akhir
tahun ini, berpotensi menimbulkan
kerawanan seperti penimbunan, rentan antrean, perselisihan antar pembeli,
hingga kemacetan lalu lintas.
Guna
mengantisipasi hal itu, kata dia, pihaknya akan menempatkan sejumlah anggota di
masing-masing SPBU yang rawan untuk meningkatkan pengamanan. "Mereka akan
kita sebar di tiap SPBU untuk memantau segala indikasi konflik. Misalnya,
pembelian dalam skala besar yang memang sudah dilarang oleh pemerintah,"
katanya.
Menurut
Priyo, hingga saat ini belum ditemukan adanya kasus terkait penyalahgunaan BBM
di wilayah hukum setempat. "Namun, kita tetap melakukan patroli 24 jam
secara rutin setiap hari untuk memantau situasi di lapangan," katanya.
Priyo
menambahkan, hingga kini pihaknya masih melakukan pembahasan seputar strategi
pengamanan selama menunggu harga BBM naik di pasaran. "Saya menargetkan
minimal pada H-7 seluruh personel pengamanan siap 100 persen untuk bekerja di lapangan,"
demikian Priyo.
2.4 KOMENTAR POLITIKUS TENTANG
KENAIKAN HARGA BBM.
a.
Sofyan Djalil.[10]
Pemerintah
memastikan kesiapan rencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi
sudah sangat bagus. Pasalnya penyesuaian harga bakal direalisasikan pada bulan
ini.
"Persiapannya
(kenaikan harga BBM subsidi) cukup bagus. Itu kan sudah ada hitungannya,"
ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Sofyan Djalil di Hotel Four
Season, Jakarta, Jumat (7/11/2014).
Pemerintah
sebelumnya sudah meluncurkan Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar dan
Kartu Keluarga Sejahtera sebagai kompensasi kenaikan harga BBM subsidi.
Saat
ditanya kepastian penyesuaian harga apakah akan dilakukan pada 22 November,
Sofyan bungkam. Dia hanya menegaskan bahwa harga BBM naik pada bulan ini.
"Tunggu saja akan dilakukan bulan ini. Tunggu waktunya saja. Saya nggak
mau konfirmasi tanggalnya," ucap dia.
Sementara
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro ikut pelit menanggapi rencana kenaikan
harga BBM ini, termasuk besaran penyesuaiannya. "Nanti akan ada
pengumumannya. Memang maunya kamu berapa? Kamu saja yang umumkan," katanya
ngeles.
Sebelumnya
Presiden Joko Widodo mencatat dalam kurun waktu lima tahun ke belakang,
anggaran subsidi BBM Indonesia sebesar Rp 714 triliun. Sedangkan untuk anggaran
kesehatan hanya Rp 220 triliun, sementara infrastruktur sebesar Rp 574 triliun.
"Boros
nggak kita? Itu setiap hari dibakar, dan kita tidak sadar. Kita tuh boros.
Keborosan ini harus diberhentikan dari yang konsumtif ke produktif,"
imbuhnya.
b.
Fahri Hamzah. [11]
DPR
meminta pemerintah tidak gegabah menaikan harga BBM bersubsidi. Sebab bisa
berdampak terhadap kehidupan masyarakat.
"Kita
bilang enak naikin BBM tapi kantong di rakyat kan enggak," kata Wakil
Ketua DPR, Fahri Hamzah kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jum'at
(7/11).
Harus
ada perencanaan yang jelas dan matang soal antisipasi dampak kenaikan BBM.
Pemerintah perlu meminta nasihat PDIP sebagai partai yang sebelumnya paling
gigih menolak kenaikan BBM bersubsidi. "Nasihatnya harus dari PDIP,"
ujar Fahri.
Sekretaris
Jendral DPP Demokrat menilai saat ini bukan momentum tepat menaikan harga BBM
bersubsidi. Pasalnya pascapemilu gerak perekonomian cenderung melambat.
c.
Rahmat Gobel
“pasokan
beras di pasar induk aman untuk 13 hari kedepan. Sementara untuk stok harianya
pun masih normal, lebih kurang 2500-3500 ton. Kenepa saya ngecek ke pasar induk
ini ? karena parini barometer harga beras,” kata pemilik Panaconic grup.
“Stok
blok 1,6 juta ton. Ketahanan stoknya 6-8 bulan. Termasuk raskin(beras miskin),
umtuk operasi pasar dan bencana alam,”
paparnya.
“Isu
makin kencang harga pangan akan naik. Sekarang saja sudah ada kecendrungan
harga beras akan naik, ini karena spekuklasi yang bermain,” ujarnya.
“setiaap
ada kesempatan (harga) naik, dia akan naikkan. di saat itulah kita masuk untuk
untuk mencegah agar kenikan tida berlebihan,” ujarnya.
“Sejauh
ini harga beras masih aman. Kenaikan harga beras dibawah 0,5 persen. Sampai
saat ini belum ada kenikan yang siknifikan,” jelasnya.
“jika
terjadi gejolah hargapun, pemerintah melalui Perum Bulog telah siap untuk
melakukan operasi pasar,” tambahnya.
“Dari
kebutuhan itu kurang lebihnya 60 persen di suplai dari Cipiang. Sisanya ada
beras dari daerah yang langsung ke pasar trdisional,” imbuhnya.[12]
2.5
KAITAN MASALAH INI DENGAN MATERI CIVIC EDUCATION
Masalah
kebijakan kenaikan harga BBM dapat dikaitkan dengan meteri Civic Educatioan
tentang Masyarakat Madani. Masyarakat madani merupakan sistem sosial yang subur
berdasarkan prinsip moral yang menjamin kebebasan individu dengan dengan
kestabilan masyarakat. [13]
Masyarakat
medani mempunyai ciri-ciri yang khas yaitu : kemajemukan budaya
(multicultural), hubungan timbal balik (reprocity), dan sikap saling memahami
dan menghargai. [14]
Kebijakan
yang di ambil oleh Presiden Jokowi untuk menikkan harga BBM merupakan suatu
sistem sosial yang dapat meningkatkan taraf hidup rakyat Indonesia. Akan tetapi
kebijakan ini hanya dinilai sebagai pemberatan bagi kalangan yang tidak
memehami dan menghargai kebibijakan presiden Jokowi ini.
Padahal
subsidi yang diberikan selama ini pada BBM hanya memperkaya kalangan yang atas
saja, yang juga memanfaatkan BBM bersubsidi itu, padahal ia tidak pantas
menggunakan BBM bersubsidi itu. Dengan mengurangi subsidi itu dapat
meningkatkan pendaapatan BUMN, dan dapat di salurkan kepada kalangan yang lebih
pantas menerimanya.
LAMPIRAN
BAB III
PENUTUP
3.1
KESIMPULAN
Pada
dasarnya peresiden Jokowi sangat memperhatikan kemakmuran rakyatnya, terutama
rakyat miskin.subsidi yang diberikan kepada BBM sebenarnya sangat membantu
masyarakat kallangan bawah. Akan tetapi masyarakat kalangan atas juga menikmati
BBM bersubsidi tersebut. Untuk itu sebaiknya subsidi BBM itu di tarik kembali
dan diberikan secara langsung berupa bantuan tunai atau non-tunai kepada
kalangan bawah.
Saat
di lantik menjadi presiden dan wakil presiden Jokowi-JK sempat menjanjikan
bukan sekadar menciptakan stabilitas makroekonomi dan ikhlim usaha yang sehat,
tetapi menggunakan pendekatan hands-on dalam menggerakkan sektor riil dengan mengikutsertakan
seluruh pelaku bisnis.
Dampak
deri kenaikan BBM sangat berpengaruh di berbagi aspek, akan tertapi yang paling
menonjol adalah kenaikan dari harga sembako. Untuk itu presiden Jokowi sudah
mulai melakukan kebijakan-kebijakan untuk mengantisipasi dampak dari kenaikan
BBM tersebut.
Semua
kebijaakan yang dilakukan oleh Pemimpin pasti ada pro dan kontra sehingga
banayak muncul kritikan dari berbagi golongan terutama politikus seperti: Sofyan
Djalil, Fahri Hamzah, Rahmat Gobel,dan masih banyak lainya.
3.2
SARAN
Pemerintah
hendaknya selalu memperhatikan kemakmuran rakyatnya, oleh karena itu para
pemerintah harus melakukan memikirkan sematang-matangnya sebuah kebijakan demi
kemakmuran rakyatnya.
Kenaikan
BBM serusnya harus disambut dengan senang hati karena kebijakan ini sangat membantu
pendapatan BUMN. Sehingga dapat di salurkan berupa bentuan lansung kepada
rakyat miskin, sedangkan subsidi BBM itu hanya memperkaya golongan atas.
DAFTAR PUSTAKA :
Harian Rakyat Merdeka. jum’at, 7 november 2014
http://bisnis.liputan6.comread2130695harga-bbm-pasti-naik-bulan-ini-tapi-tanggalnya-masih-rahasia.htm
http://bisniskeuangan.kompas.comread20141106191528326Kenaikan.Harga.BBM.Antara.Pilihan.dan.Janji.Politik.htm
http://bisniskeuangan.kompas.comread20141106220400526Atasi.Dampak.Kenaikan.Harga.BBM.Jokowi.Tak.Cukup.Bagikan.Bantuan.Non-Tunai.htm
http://ekonomi.metrotvnews.comread20141106314999antisipasi-dampak-kenaikan-bbm-pemerintah-bakal-lakukan-operasi-pasar.htm
http://nasional.republika.co.idberitanasionalpolitik141107nensxr-fahri-hamzah-jokowi-perlu-masukan-pdip-yang-paling-gigih-tolak-kenaikan-bbm.htm
http://tvOneNews
Jelang Kenaikan BBM, Polisi Intensifkan Pantau SPBU - Ekonomi.htm
http://www.republika.co.idberitanasionalpolitik140905nbe4gz-ini-alasan-jokowi-ngotot-naikkan-bbm.htm
http://www.tempo.coreadnews20141107058620218Alasan-Jokowi-Berani-Naikkan-Harga-BBM.htm
Kabar petang TV ONE. sabtu, 9 november 2014/ 18:20
Ubaedillah, 2012, Demokrasi, Hak Asasi Manusia, dan Masyarakat Madani, Jakarta
Selatan : ICCE UIN Syarif Hidayatulloh
[1] http://www.republika.co.idberitanasionalpolitik140905nbe4gz-ini-alasan-jokowi-ngotot-naikkan-bbm.htm
[2] http://www.tempo.coreadnews20141107058620218Alasan-Jokowi-Berani-Naikkan-Harga-BBM.htm
[3]http://bisniskeuangan.kompas.comread20141106191528326Kenaikan.Harga.BBM.Antara.Pilihan.dan.Janji.Politik.htm
[4] Harian Rakyat
Merdeka.PDIP Harus Segera Keluarkan Sikap
Dukung Kenaikan BBM. jum’at, 7 november 2014
[6] Kabar petang TV ONE. sabtu, 8
november 2014/ 18:20
[7]http://bisniskeuangan.kompas.comread20141106220400526Atasi.Dampak.Kenaikan.Harga.BBM.Jokowi.Tak.Cukup.Bagikan.Bantuan.Non-Tunai.htm
[8] http://ekonomi.metrotvnews.comread20141106314999antisipasi-dampak-kenaikan-bbm-pemerintah-bakal-lakukan-operasi-pasar.htm
[9] http://tvOneNews Jelang Kenaikan BBM, Polisi Intensifkan
Pantau SPBU - Ekonomi.htm
[10] http://bisnis.liputan6.comread2130695harga-bbm-pasti-naik-bulan-ini-tapi-tanggalnya-masih-rahasia.htm
[11] http://nasional.republika.co.idberitanasionalpolitik141107nensxr-fahri-hamzah-jokowi-perlu-masukan-pdip-yang-paling-gigih-tolak-kenaikan-bbm.htm
[12] Harian Rakyat
Merdeka.Gobel Sidak Pandangan Di Cipinang.
jum’at, 7 november 2014
[13] Ubaedillah, 2012,
Demokrasi, Hak Asasi Manusia, dan
Masyarakat Madani, Jakarta Selatan : ICCE UIN Syarif Hidayatulloh. Hal. 302
Tidak ada komentar:
Posting Komentar