BAB
I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Distribusi
peluang merupakan konsep yang menjadi dasar pengembangan statistika
inferensial, khususnya penaksiran parameter dan pengujian hipotesis, menjadi topik utama dalam
makalah ini. Menurut banyak pengamat distribusi peluang adalah salah satu dari
sekian materi statistika yang paling bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh karena itu penulis ingin
menjabarkan sebuah judul yaitu “Distribusi Probabilitas Variable Random
Distrik”.
B.
RUMUSAN
MASALAH
1.
Apa itu nilai
harapan dan rata-rata hitung dalam distribusi peluang ?
2.
Apa itu varians
dan simpangan baku dalam distribusi peluang ?
3.
Apa itu
distribusi binomial ?
4.
Apa itu
distribusi poisson ?
5.
Apa itu
distribusi multinomial ?
6.
Apa itu
distribusi hipergeometrik ?
C.
TUJUAN
PEMBAHASAN
1.
mengetahui nilai
harapan dan rata-rata hitung dalam distribusi peluang.
2.
mengetahui
varians dan simpangan baku dalam distribusi peluang.
3.
mengetahui
distribusi binomial.
4.
mengetahui distribusi
poisson.
5.
mengetahui
distribusi multinomial.
6.
mengetahui distribusi
hipergeometrik.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Nilai
Harapan dan Rata-Rata Hitung Distribusi
Peluang
1. Nilai
harapan
Jika
X adalah peubah acak diskret dengan fungsi massa peluang p(x), nilai harapan
dari X {E[X]}, didefinisikan dengan :
Contoh: Hitung nilai harapan
dari peubah acak X yang mempunyai
kemungkinan nilai 0 dan 1 dengan p(X=0)= p(X=1) = ½ !
Nilai harapan dari X adalah :
2.
Rata-rata
hitung
Rata-rata
hitung
Contoh
:
§ Dengan
Tabel distribusi probabilitas x :
x
|
0
|
1
|
2
|
3
|
jumlah
|
f (x)
|
0,1
|
0,2
|
0,4
|
0,3
|
1
|
x.f (x)
|
0
|
0,2
|
0,8
|
0,9
|
å x.f (x) = E (x)
§ Dengan
rumus :
E(x) = Σx.f(x)
= 0.(0,1) + 1.(0,2) + 2(0,4) + 3(0,3)
= 1,9
B.
Varians
dan Simpangan Baku Distribusi Peluang
1. Varians
![]() |
2. Simpangan
baku atau standar deviasi
![]() |
Contoh
: Diketahui
tabel distribusi probabilitas sebagai berikut :
x
|
0
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
jml
|
f(x)
|
0,1
|
0,1
|
0,2
|
0,3
|
0,2
|
0,1
|
1
|
Tentukan
varians dan simpangan baku dari table di atas !
Jawab
:
x
|
0
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
jml
|
f(x)
|
0,1
|
0,1
|
0,2
|
0,3
|
0,2
|
0,1
|
1
|
x.f(x)
|
0
|
0,1
|
0,4
|
0,9
|
0,8
|
0,5
|
2,7
|
x2.f(x)
|
0
|
0,1
|
0,8
|
2,7
|
3,2
|
2,5
|
9,3
|
=
= E(x)
= E(x2)
§ s2 = E(x2) - E(x)2
= 9,3 – (2,7)2
= 2,01
§ s = Ös2
= Ö2,01
= 1,42
C.
Distribusi
Binomial
Definisi Suatu usaha Bernoulli dapat
menghasilkan sukses dengan peluang p dan gagal dengan peluang q = 1-p, maka
distribusi peluang peubah acak binomial X, yaitu banyaknya sukses dalam n usaha
bebas adalah :
![]() |
Keterangan : x
= banyak keberhasilan dalam peubah acak X
p = peluang berhasil pada setiap
ulangan
q = peluang gagal = 1 – p pada
setiap ulangan
Contoh : Tentukan peluang
mendapatkan "MATA 1" muncul 3 kali pada pelemparan 5 kali sebuah dadu
setimbang!
Jawab :
Kejadian
sukses/berhasil = mendapat "MATA 1"
x
= 3
n
= 5 pelemparan
diulang 5 kali
p
=
q
= 1-
= 
=
= 10 ´ 0.003215...= 0.03215...
D.
Distribusi
poisson
Percobaan
Poisson memiliki ciri-ciri berikut :
1.
Hasil percobaan
pada suatu selang waktu dan tempat tidak tergantung dari hasil percobaan di
selang waktu dan tempat yang lain yang terpisah.
2.
Peluang
terjadinya suatu hasil percobaan sebanding dengan panjang selang waktu dan luas
tempat percobaan terjadi. Hal ini berlaku hanya untuk selang waktu yang singkat
dan luas daerah yang sempit.
3.
Peluang bahwa
lebih dari satu hasil percobaan akan terjadi pada satu selang waktu dan luasan
tempat yang sama diabaikan.
Distribusi
piosson adalah :
keterangan : e =
bilangan natural = 2.71828...
x = banyaknya unsur
berhasil
dalam sampel.
m = rata-rata keberhasilan.
Contoh
: Peluang sesorang akan mendapat reaksi buruk
setelah di suntik besarnya 0,0005. Dari 4000 orang yang disuntik, tentukan peluang
orang yang mendapat reaksi buruk, jika ada dua orang !
Jawab : Dalam hal ini x = 2,
sehingga :

p (2)
= e-2 22 = 0,2706
2!
E.
Distribusi
multinomial
Distribusi multinomial merupakan
distribusi variabel acak diskrit dimana suatu percobaan dapat menghasilkan
beberapa kejadian. Distribusi ini merupakan perluasan distribusi binomial.
Misalkan sebuah percobaan menghasilkan
kejadian E1, E2, … , Ek dengan peluang p1
= P(E1), p2 = P(E2),
… , pk
=P(Ek) dengan p1 + p2
+ ……… + pk
= 1 dan dilakukan percobaan sebanyak N kali maka peluang terjadinya x1
peristiwa E1, x2 peristiwa E2, … , xk
peristiwa Ek diantara N, ditentukan oleh :
![]() |
Contoh
: Dalam
undian dengan sebuah dadu sebanyak 12 kali, maka peluang dari mata 1, 2, 3, 4,
5, dan 6 masing-masing tepat kedua kali adalah ?
Jawab
:
p(x1, x2,x3,
x4, x5, x6) = 12! R(1/6)2 (1/6)2
(1/6)2 (1/6)2 (1/6)2 (1/6)2
2! 2! 2! 2! 2! 2!
= 0,0034
F.
Distribusi
hipergiometrik
Jika sampling dilakukan tanpa
pengembalian dari kejadian sampling yang diambil dari populasi dengan
kejadian-kejadian terbatas, proses Bernouli tidak dapat digunakan, karena ada
perubahan secara sistematis dalam probabilitas sukses seperti kejadian-kejadian
yang diambil dari populasi, distribusi hipergeomentrik adalah distribusi
probabilitas diskrit yang tepat. Jika terdapat populasi berukuran N diantaranya
terdapat D buah termasuk kategori tertentu, sebuah populasi tertentu bersampel
acak diambil yang berukuran n akan memiliki peluang dalam sampel yang terdapat
x buah sebanyak :
![]() |
Percobaan
hipergeometrik bercirikan dua sifat berikut:
1.
Suatu contoh acak berukuran n diambil dari populasi
yang berukuran N.
2.
n dari N benda
diklasifiksikan sebagai berhasil dan N – n benda diklasifikasikan sebagai
gagal.
Contoh
: Tumpukan 40
komponen masing-masing dikatakan dapat diterima bila isinya tidak lebih dari 3
yang cacat. Prosedur penarikan contoh tumpukan tersebut adalah memilih 5
komponen secara acak dan menolak tumpukan tersebut bila ditemukan suatu cacat.
Berapakah probabilitas bahwa tepat 1 cacat ditemukan dalam contoh itu bila ada
3 cacat dalam keseluruhan tumpukan itu?
Jawab
:
Dengan menggunakan sebaran hipergeometri dengan n =
5, N = 4, k = 3 dan x = 1 kita dapatkan probabilitas
perolehan satu cacat menjadi
p
(x) = 

p (1;40;5;3) =
= 0,3011
= 0,3011
BAB
III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
§ Nilai
harapan = E[X] = 
§ Rata-rata
hitung = mx= E(x) = Σx.f(x)
§ Varians
= s2 =
E(x2) - E(x)2
= Σ(x2.f(x)) –[ Σ(x.f(x))]2
§ Simpangan
baku = s = Ös2
§ Distribusi
Binomial = 
§ Distribusi
poisson = 
§ Distribusi
multinomial = p(x1, x2, …. , xk) = N! p 𝜋1𝑥1
𝜋2𝑥2
… … 𝜋𝑘𝑥𝑘
x1!
x2! …. xk!
§ Distribusi
hipergiometrik = p (x) = 

B.
SARAN
Pemakalah
sadar akan ketidak sempurnaan makalah ini, untuk itu pemakalah mengharapkan
kritik dan saran dari pembaca agar menjadi makalaah yang lebih baik.
DAFTAR
PUSTAKA
Pasaribu,
Amudi. 1983. Pengantar Statistik. Jakarta : Ghalia Indonesia.
Sudjana.
2005. Metoda Statistika, Edisi ke-6.
Bandung: PT.Taksiro Bandung.
Walpole, R. E. 1993. Pengantar Statistika,
Edisi ke-3. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Walpole,
Ronald E dan Raymond H Myers. 1986. Ilmu Peluang dan Statistika untuk
Insinyur dan Ilmuwan. Bandung : ITB.
Distribusi_Peluang_[Compatibility_Mode].pdf
![Rounded Rectangle: s2= E(x2) - E(x)2
= Σ(x2.f(x)) –[ Σ(x.f(x))]2](file:///C:\DOCUME~1\Andri\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image007.gif)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar